Tiga Opsi Pembayaran Transaksi Nontunai di SPBU Pertamina Mulai 2020

Selain aplikasi LinkAja, konsumen bisa membayar pembelian BBM Pertamina dengan kartu kredit, kartu debit, dan uang elektronik berbasis kartu.
Image title
26 Desember 2019, 14:35
SPBU Pertamina, pembayaran nontunai di SPBU Pertamina, Pertamina berlakukan transaksi nontunai, cara pembayaran nontunai di SPBU Pertamina,
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Operator membantu pengendara menggunakan kartu transaksi non tunai, untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Pisang, Padang, Sumatera Barat, Rabu (19/9).

PT Pertamina (Persero) akan menerapkan sistem pembayaran nontunai (cashless) untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Pertamina pada 2020. Program ini merupakan kelanjutan dari digitalisasi pipa pengisian (nozzle) yang dipasang di SPBU Pertamina.

“Opsi cashless tersebut sudah kami implementasikan sejak 2019 melalui aplikasi MyPertamina yang pembayarannya terintegrasi dengan LinkAja,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (25/12).

Saat ini porsi pembayaran nontunai untuk pembelian BBM di SPBU Pertamina baru mencapai 25%, baik melalui kartu debit, kredit, maupun uang elektronik. "Kami masih punya tantangan 75% lagi dan ini akan kami kejar agar bisa menggunakan transaksi nontunai," kata Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas'ud Khamid, seperti dikutip CNNIndonesia.com, di Jakarta, Rabu (25/12).

(Baca: Bangun Digitalisasi, Pajak Dapat Buka Akses Data Keuangan Pertamina)

Perubahan transaksi dari tunai menjadi nontunai diprediksi bisa membuat seluruh transaksi terdata dengan tepat sehingga memudahkan Pertamina menyiapkan stok BBM. Fajriyah mengatakan, sistem pembayaran nontunai juga menyesuaikan dengan perubahan gaya hidup konsumen yang semakin mengutamakan kecepatan dan kepraktisan. Pertamina menargetkan proses digitalisasi pembayaran ini rampung pada akhir kuartal I 2020.

Setidaknya ada tiga opsi alat pembayaran nontunai yang bisa digunakan masyarakat ketika pembayaran nontunai diberlakukan pada 2020.

1. Aplikasi MyPertamina yang terhubung dengan LinkAja

Konsumen harus memasang aplikasi MyPertamina terlebih dahulu yang terdapat di Google Playstore atau Apple iStore. Selanjutnya, konsumen juga harus memiliki aplikasi LinkAja. LinkAja merupakan hasil penggabungan dari TCash milik Telkomsel dengan uang elektronik milik bank-bank BUMN, seperti Mandiri e-cash, Yap! dan UnikQu dari BNI, serta Tbank dari BRI. Pertamina juga memiliki saham di LinkAja.

Menurut Mas'ud, konsumen yang ingin membeli BBM di SPBU Pertamina tinggal memindai (scan) barcode pada aplikasi LinkAja. Saldo akan otomatis berkurang sesuai nilai BBM yang dibeli. Hal ini dinilai akan mempercepat transaksi dan mengurangi antrian kendaraan di SPBU. Konsumen juga mendapatkan keuntungan lain berupa poin yang bisa ditukarkan dengan hadiah atau produk menarik lainnya.

(Baca: Lima Fakta soal Digitalisasi Nozzle SPBU Pertamina)

2. Kartu kredit atau kartu debit

Pembayaran BBM di SPBU Pertamina dengan menggunakan kartu kredit maupun kartu debit dilakukan sejak Januari 2017. Pertamina bekerja sama dengan sejumlah bank menyediakan mesin electronic data capture (EDC) di SPBU. Konsumen tinggal menggesek kartu debit atau kartu kredit di mesin EDC dan membayar transaksi sesuai nilai BBM yang dibeli.

Beberapa bank bahkan memiliki kerja sama co-branding kartu kredit khusus Pertamina, yakni Bank Mandiri dan BNI. Ada dua jenis kartu kredit yang dikeluarkan kedua bank BUMN itu, yakni versi Gold dan Platinum. Penggunanya bisa mendapatkan keuntungan berupa cashback hingga Rp 1 juta untuk transaksi dengan nilai tertentu. Ada juga promosi lainnya yang bisa dinikmati pengguna kartu kredit tersebut, seperti promo di berbagai restoran, supermarket, dan akses ke lounge eksekutif di bandara (Airport Executive Lounge).

Jika dibandingkan dengan transaksi menggunakan LinkAja, transaksi pembayaran di SPBU dengan menggunakan kartu debit dan kartu kredit prosesnya memakan waktu lebih lama. Pasalnya, setelah digesek ada otorisasi dengan nomor PIN atau tanda tangan dari penggunanya.

(Baca: Pertamina Punya 142 Anak Usaha, Bisnis Cuci Mobilnya Jadi Sorotan)

3. Uang elektronik berbasis kartu

Konsumen yang tidak memiliki aplikasi LinkAja, kartu kredit maupun kartu debit, bisa membayar menggunakan uang elektronik berbasis kartu atau e-money. Ada beberapa uang elektronik berbasis kartu yang bisa digunakan di SPBU Pertamina, antara lain e-money (Bank Mandiri), BNI Tap Cash, Brizzi, dan Flazz (BCA).

Seperti halnya transaksi dengan kartu debit dan kartu kredit, pembayaran dengan uang elektronik juga membutuhkan mesin EDC. Namun, tidak diperlukan otorisasi berupa PIN atau tanda tangan sebagaimana pada kartu debit dan kartu kredit.

(Baca: PNM Akan Gandeng LinkAja Salurkan Pembiayaan UKM secara Digital)

Sejauh ini, Pertamina belum berencana untuk menambah aplikasi sistem pembayaran digital lainnya, seperti GoPay, OVO, dan Dana untuk pembelian BBM di SPBU. Namun, tidak tertutup kemungkinan opsi pembayaran akan ditambah setelah Pertamina mengevaluasi pelaksanaan transaksi nontunai yang telah berjalan.

Reporter: Galuh Destya Ramadhani (Magang)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait