Zainut Tauhid, Wakil Menteri Agama yang Rangkap Jabatan di MUI

Baru dua hari dilantik, akun Twitter milik Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid diretas orang yang tak bertanggung jawab.
Image title
28 Oktober 2019, 09:46
wakil menteri Jokowi, Kabinet Indonesia Maju, Zainut Tauhid, wakil menteri agama, profil Zainut Tauhid, akun Twitter Zainut Tauhid diretas, politisi PPP,
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat (25/10/2019). Zainut yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan perwakilan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 12 wakil menteri pada Jumat (25/10) siang. Sosok Zainut Tauhid Sa'adi merupakan salah satu di antaranya.

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini ditunjuk menjadi wakil Menteri Agama periode 2019-2024 di Kabinet Indonesia Maju. Pada periode sebelumnya, Politisi PPP Lukman Hakim Saifudin menempati jabatan Menteri Agama. Zainut akan mendampingi Menteri Agama Fachrul Razi, seorang jenderal purnawirawan TNI.

Zainut lahir di Jepara, 20 Juli 1963. Saat ini ia juga menjabat sebagai wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Setelah menjadi wakil menteri, Zainut tetap akan mempertahankan jabatannya di MUI.

"Tidak ada aturan untuk mundur. Nanti saja dibicarakan," kata Zainut kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10). Ia menilai banyak program-program MUI yang beririsan dengan program Kementerian Agama sehingga rangkap jabatan tersebut tidak akan menjadi masalah.

Zainut aktif di organisasi pelajar sejak masih kuliah. Ia tercatat sebagai ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) selama dua periode, yakni 1988-1992 dan 1992-1996. Setelah meraih gelar sarjana dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Zainut melanjutkan ke program pascasarjana di Universitas Satyagama. Ia juga pernah menjadi pembantu dekan di Universitas Satyagama pada periode 1992-1993.

(Baca: Jokowi Resmi Lantik 12 Wakil Menteri di Kabinet Indonesia Maju)

Kiprah di Parlemen dan Tugas Baru di Kemenag

Zainut mengawali kariernya di dunia politik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari PPP yang mewakili Jawa Tengah pada periode 1997-1999. Setelah itu, ia terpilih lagi menjadi anggota DPR untuk tiga periode berikutnya secara berturut-turut.

Ia tercatat menjadi anggota DPR periode 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014. Ia bertugas di Komisi VIII yang menangani agama, pemberdayaan perempuan, dan sosial.

Kiprah Zainut di luar parlemen juga cukup banyak. Ia pernah menjadi anggota Lembaga Sensor Film periode 2009-2012. Selain itu, ia dipercaya sebagai wakil sekretaris Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI pada 2010-2015.

Presiden Jokowi berpesan agar Zainut fokus meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah dan pesantren serta pendidikan tinggi yang ada di bawah Kemenag. Ia juga diminta mengembangkan dakwah Islam yang moderat untuk mengadang radikalisme. Selain itu, Zainut juga akan mengembangkan program pemberdayaan umat melalui ekonomi.

Ia menilai, ketiga program tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya mencegah radikalisme di Indonesia. "Munculnya benih radikalisme bisa bersumber dari kondisi ekonomi, bisa dari penyampaian dakwah yang tidak tepat," ujarnya seperti dikutip Detikcom.

(Baca: Jadi Wakil Menteri Agama, Zainut Urus Pengembangan Madrasah & Dakwah)

Akun Twitter Diretas

Baru dua hari dilantik, Zainut sudah menghadapi masalah. Akun Twitternya diretas orang yang tak bertanggung jawab sehingga menampilkan konten pornografi. Peristiwa tersebut menjadi pembicaraan warganet setelah beredar tangkapan layar yang menunjukkan akun Twitter Zainut menyukai konten pornografi.

"Saya tidak pernah me-like konten porno di Twitter. Semua hal yang beredar atas nama saya adalah hoaks," kata Zainut kepada wartawan, Minggu (27/10).

Sebelumnya, ia mendapatkan laporan dari tim media yang menjadi admin Twitternya bahwa ada seseorang yang mengendalikan akun tersebut tanpa izin. Ia pun melaporkan peristiwa tersebut kepada Sub Direktorat Tindak Pidana Siber Polda Metro Jaya.

Zainut bukan hanya melaporkan pihak yang meretas dan menyebarkan konten yang bermuatan melanggar kesusilaan melalui akun Twitternya. Ia juga melaporkan 32 akun media sosial yang diduga melakukan pencemaran nama baik dan fitnah karena menyebarluaskan hasil peretasan tersebut.

(Baca: Muhammadiyah Tak Persoalkan Menteri Agama dari Kalangan Militer)

 

 

 

 

 

 

Video Pilihan

Artikel Terkait