Pasca-Listrik Mati Lebih 6 Jam, KRL dan MRT Hari Ini Kembali Normal

Layanan KRL Commuterline sudah normal sejak pukul 04.00 WIB, Senin (5/8). Adapun layanan MRT kembali beroperasi sejak pukul 20.00 WIB, Minggu (4/8).
Image title
5 Agustus 2019, 06:11
Ilustrasi KRL di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara (29/5).
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi KRL di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara (29/5). Layanan KRL kembali normal sejak pukul 04.00 WIB pasca-pemadaman listrik PLN kemarin.

Layanan transportasi bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya mulai pulih pasca-pemadaman listrik PLN yang terjadi Minggu (4/8) lalu. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan PT MRT Jakarta menyatakan layanannya kembali normal. 

KCI melalui akun Twitter @Commuterline menyatakan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) kembali normal sejak pukul 04.00 WIB, Senin (5/8). "Layanan KRL Commuterline pada pagi ini kembali normal sepenuhnya setelah terganggu akibat padamnya listrik di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat pada Minggu (4/8)," tulis KCI dalam unggahan di akun tersebut. 

Berikut ini adalah rute KRL yang terpantau normal:

Jakarta Kota - Tanjung Priok (PP)

Advertisement

Jakarta Kota - Bogor (PP)

Jatinegara - Nambo (PP)

Jakarta Kota - Bekasi/Cikarang (PP)

Tanahabang - Rangkasbitung (PP)

Tangerang - Duri (PP)

KCI mengimbau para pengguna memantau informasi perjalanan KRL yang disampaikan petugas di stasiun maupun di dalam kereta. Pengguna juga bisa memantau dari akun Twitter resmi KCI.

(Baca: Layanan Komunikasi hingga Perbankan Tergganggu Akibat Listrik Mati)

Layanan MRT Juga Sudah Pulih

Layanan transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) juga sudah pulih. PT MRT Jakarta melalui akun Twitter @mrtjakarta menyebutkan operasional MRT sudah pulih sejak pukul 20.00 WIB, Minggu (4/8). MRT Jakarta memberikan layanan gratis hingga operasional berakhir pada pukul 24.00 WIB kemarin. 

"Dalam upaya pemulihan operasi, PT MRT Jakarta menempatkan aspek keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama kami dan tetap berkoordinasi intensif dengan PLN," ujar manajemen MRT Jakarta dalam cuitannya. 

Pasokan listrik dari PLN untuk MRT sempat terhenti pada Minggu (4/8) pukul 11.50 WIB. Hal ini menyebabkan terhentinya layanan empat kereta MRT. Para penumpang yang berada di dalam MRT maupun di stasiun dievakuasi. Sekitar pukul 12.53 WIB evakuasi  seluruh penumpang yang berada di kereta dapat diselesaikan. Adapun penumpang yang dievakuasi dari stasiun berjumlah 3.410 penumpang. Semuanya dalam keadaan selamat dan sehat. 

MRT Jakarta memberikan refund (pengembalian dana) bagi pengguna kartu single trip MRT Jakarta. Untuk pengguna kartu bank, dibantu reset status kartu oleh petugas di stasiun untuk perjalanan selanjutnya. 

"Berdasarkan informasi dari PLN, gangguan terjadi pada sistem transmisi 500kV sehingga seluruh sistem interkoneksi Jawa Bali Nusa Tenggara terganggu," tulis manajemen MRT Jakarta.  Akibatnya, pasokan daya dari PLN untuk kedua jalur suplai MRT terputus. MRT Jakarta disuplai penuh dari dua jalur yang bersumber dari dua subsistem 150kV PLN yang berbeda, yakni Subsistem Gandul-Muara Karang melalui Gardu Induk Pondok Indah dan Subsistem Cawang-Bekasi melalui Gardu Induk CSW.

"Dalam keadaan failure pada salah satu jalur suplai maka suplai lainnya dapat menggantikan 100% kebutuhan daya MRT," kata manajemen MRT Jakarta. Namun, kejadian pemadaman listrik PLN kemarin merupakan kejadian luar biasa yang menyebabkan lumpuhnya kedua jalur suplai daya MRT.

(Baca: Listrik Padam Lebih dari 10 Jam, Ini Penjelasan PLN)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait