Sriwijaya Air Tutup 6 Rute, Maskapai Ini Juga Pernah Buka-Tutup Rute

Ameidyo Daud Nasution
16 Juli 2019, 19:48
penutupan rute penerbangan domestik, Sriwijaya Air tutup rute penerbangan, rute penerbangan yang ditutup di mana saja?
ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Sejumah wisatawan menyaksikan pergerakan pesawat di landasan pacu Bandara Ngurah Rai dari Pantai Patra Bali, Kuta, Selasa (15/5). Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia menutup beberapa rute penerbangan yang dianggap kurang menguntungkan.

Maskapai penerbangan mulai memangkas rute sebagai bagian dari efisensi operasional perusahaan. Yang terbaru, Sriwijaya Air memutuskan menghentikan lima hingga enam rute penerbangan domestik untuk mengejar target laba bersih Rp 300 miliar tahun ini.

Direktur Niaga Sriwijaya Air, Joseph Dajoe K. Tendean, mengatakan efisiensi perlu dilakukan, apalagi Sriwijaya baru merugi Rp 1,2 triliun pada 2018. Dengan efisiensi, Sriwijaya memproyeksikan pendapatan maskapai milik keluarga Lie tersebut tumbuh paling tidak 3% tahun ini. 

"Ada sekitar 5-6 (rute) yang kami pangkas," kata dia. Beberapa rute yang dimaksud adalah Jakarta-Banyuwangi, Makassar-Merauke, dan Merauke-Nabire. Sriwijaya berencana menggantikan rute yang ditutup tersebut dengan rute baru, seperti Medan-Surabaya, Jakarta-Manado-Sorong, dan Surabaya-Samarinda. 

(Baca: Lakukan Efisiensi, Sriwijaya Air Kejar Target Laba Rp 300 M Tahun Ini)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, evaluasi rute ini perlu dilakukan agar maskapai dapat terus beroperasi. Hal senada disampaikan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara dalam rapat dengar pendapat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, beberapa waktu lalu. Garuda telah menutup dua rute, yakni Denpasar (Bali) - Mumbai dan Belitung - Singapura lantaran subsidi dari Kementerian Pariwisata tak kunjung cair. 

"Itu karena Rp 8 miliar yang dijanjikan Kemenpar tak diberikan," kata pria yang akrab disapa Ari ini. Garuda juga mengurangi frekuensi penerbangan internasional Jakarta - London dan Jakarta Amsterdam meski tidak menutup sepenuhnya rute tersebut.

Garuda juga menyebut penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebesar 15% yang diinstruksikan pemerintah beberapa waktu lalu membuat maskapai tak mampu lagi memberikan subsidi untuk rute-rute tertentu. "Jadi, dampaknya cukup banyak untuk penurunan tarif ini, tapi kalau untuk tujuan Eropa, kami tidak terlalu pusing," kata Ari, Selasa (21/5), seperti dikutip CNNIndonesia.com.

  

Maskapai Penerbangan Rute yang Ditutup
Garuda Indonesia Bali-Mumbai (India)
  Belitung-Singapura 
Sriwijaya Air Merauke-Nabire
  Jakarta-Banyuwangi
  Makassar-Merauke

Sumber: Riset Katadata

Garuda Indonesia sebelumnya juga menutup rute Medan - Gunung Sitoli, Jakarta - Silangit, Surabaya - Jember, hingga Manokwari - Sorong - Jayapura. Namun penutupan dilakukan karena perusahaan mengalihkan penerbangan tersebut kepada anak usahanya, yakni Citilink dan Sriwijaya Air.

(Baca: Berlaku Tiket Pesawat 50%, Citilink & Lion Air Wajib Sediakan Diskon)

Membuka Rute Baru yang Potensial

Di saat Sriwijaya Air memutuskan untuk menutup sejumlah rute domestik,  ada pula maskapai yang membuka rute baru. Indonesia Air Asia membuka sekitar empat hingga lima rute baru, sedangkan Garuda dan Citilink masing-masing satu rute baru. Rute-rute baru tersebut adalah:

Maskapai Penerbangan Rute Baru
Indonesia Air Asia Jakarta (Soetta)-Lombok
  Denpasar-Labuan Bajo
  Denpasar-Lombok
  Surabaya-Kertajati
Garuda Indonesia Denpasar-London (Heathrow) 
Citilink Indonesia Jakarta (Soetta)-Phnom Penh (Kamboja)

 
Direktur Utama Indonesia Air Asia Dendy Kurniawan mengatakan, perseroan berencana membuka lima rute baru untuk penerbangan domestik, termasuk ke Indonesia bagian timur. Maskapai penerbangan ini mendatangkan lima pesawat Airbus A320 untuk menambah armadanya menjadi 29 pesawat. 

"Kami sudah mengajukan ke Kementerian Perhubungan untuk pembukaan rute baru," kata Dendy.  Penambahan armada dan rute-rute baru diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan jumlah penumpang yang diangkut menjadi dua digit atau di atas 10%. 

(Baca: Inilah Profil Maskapai Asing yang Siap Terbang di Langit RI)

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait