Kemenhub Ikut Pantau Investigasi Jatuhnya 737 MAX Ethiopian Airlines

Kemenhub juga mengawasi maskapai-maskapai penerbangan Indonesia yang menggunakan jenis pesawat tersebut.
Ameidyo Daud Nasution
11 Maret 2019, 12:52
Lion Air
Donang Wahyu | Katadata
Saat ini maskapai Lion AIr mengoperasikan 9 pesawat jenis Boeing 737-800 MAX sedangkan Garuda Indonesia mengoperasikan satu pesawat.

 

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ikut memantau investigasi terhadap kecelakaan pesawat Boeing 737-800 MAX milik maskapai Ethiopian Airlines rute Addis Ababa-Nairobi yang jatuh Minggu (10/3) kemarin. Jenis pesawat yang sama pernah jatuh di lepas Pantai Tanjung Karawang pada Oktober 2018 silam.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan, Kemenhub juga berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Federal Aviation Administration (FAA) alias Federasi Administrasi Penerbangan internasional. "Koordinasi ini untuk memutuskan langkah lanjut perbaikan operasional 737-800 MAX," kata Polana dalam keterangan resmi Kemenhub, Senin (11/3).

Selain kerja sama dengan FAA, Kemenhub juga menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), hingga pabrikan pesawat itu yakni Boeing untuk mengevaluasi kecelakaan pesawat berjenis 737-800 MAX.

Advertisement

Polana mengatakan, langkah ini diperlukan untuk meningkatkan teknik operasional Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terhadap operasi Boeing 737-800 MAX selanjutnya. Kemenhub juga tetap mengawasi maskapai-maskapai penerbangan Indonesia yang menggunakan jenis pesawat tersebut. Saat ini Lion Air mengoperasikan 9 pesawat Boeing 737-800 MAX sedangkan Garuda Indonesia satu pesawat.

Langkah yang dilakukan sejak Oktober 2018 itu meliputi prosedur operasional, pelatihan tambahan, hingga tindak lanjut airworthiness directive. "Kami ikuti petunjuk yang telah dikeluarkan FAA," kata Polana.

Ia meminta semua maskapai di Indonesia mematuhi prinsip Safety, Security, Service, and Compliance (3S+1C) dalam dunia penerbangan. Bukan hanya itu, penumpang juga diimbau ikut menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan karena memiliki andil menciptakan keselamatan mulai sejak terminal bandara, dalam pesawat, hingga bandara tujuan.

(Baca: Lion & Ethiopia Air Jatuh, Boeing 737 MAX Dilarang Terbang di Tiongkok)

Diduga Alami Gangguan Teknis

Pesawat Ethiopian Airlines ET 302 dengan rute Bandara Bole, Addis Ababa menuju Bandara Nairobi, Kenya lepas landas pada pukul 08.38 waktu setempat. Pada pukul 08.44, pesawat kehilangan kontak dengan menara pengawas. Pesawat jatuh di Kota Bishoftu, sekitar 62 kilometer dari Addis Ababa, Ethiopia. Menurut Flightradar24, pesawat memiliki kecepatan vertikal yang tidak stabil sesaat setelah lepas landas.

Boeing selaku pabrikan pesawat juga menyatakan duka cita yang mendalam atas kecelakaan yang merenggut nyawa 149 penumpang dan 8 kru pesawat Ethiopian. Satu orang korban adalah warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja untuk World Food Programme PBB.

"Kami menyampaikan simpati terdalam kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para penumpang dan kru pesawat. Kami juga akan bekerja sama dengan pihak Ethiopian Airlines," demikian pernyataan resmi di situs Boeing, Minggu (10/3).

Kecelakaan pesawat Boeing 737-MAX 8 ini merupakan yang kedua kali terjadi setelah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang pada Oktober 2018. Namun, belum diketahui apakah kecelakaan ini disebabkan oleh kendala teknis yang sama seperti yang dialami pesawat Lion Air tersebut.

(Baca: Kemlu RI: WNI Korban Jatuhnya Ethiopian Airlines Bekerja untuk PBB)

 

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait