Garap Wisata Halal di Mandalika, Investor Qatar Kucurkan Rp 7 Triliun

Investor Qatar tersebut bukan hanya tertarik mengembangkan Mandalika. Mereka juga ingin berinvestasi di Labuan Bajo dan Danau Toba.
Image title
Oleh Hari Widowati
28 Februari 2019, 10:27
Pantai Mandalika, NTB
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Sejumlah wisatawan mancanegara berada di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10/2017).

Investor Qatar akan mengucurkan dana US$ 500 juta atau sekitar Rp 7 triliun untuk pengembangan wisata halal di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembangunan proyek tersebut akan dimulai tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, investasi tersebut merupakan investasi awal dan akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan. "Itu sedang kita kejar karena mereka ternyata tidak hanya mau (investasi) di Mandalika tetapi juga di Labuan Bajo dan Danau Toba," ujar Luhut dalam siaran pers, di Jakarta, Kamis (27/2).

Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi sebelumnya menyatakan, Qatar Investment Authority berminat mengembangkan kawasan wisata Mandalika. Wisata halal merupakan wisata yang memiliki potensi besar untuk mendatangkan devisa bagi Indonesia. Potensi transaksi wisata halal global diperkirakan mencapai US$ 200 miliar atau sekitar Rp 2.800 triliun.

KEK Mandalika memiliki luas 1.035 hektare dengan beberapa potensi wisata alam, antara lain Pantai Kuta, Pantai Serenting, Tanjung Aan, Pantai Gerupuk, dan Pantai Kelieuw. Kawasan wisata ini merupakan salah satu dari pengembangan '10 Bali Baru' yang disebut memiliki pertumbuhan tercepat.

(Baca: Mandalika Jadi Tuan Rumah MotoGP, Kemenpar Targetkan 100 Ribu Turis)

Sirkuit MotoGP

Selain prospek wisata halal, di Mandalika juga akan dibangun Sirkuit Mandalika dengan panjang lintasan 4,32 kilometer dan 18 tikungan yang akan digunakan untuk ajang MotoGP pada 2021. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menggandeng Vinci Construction, perusahaan konstruksi Prancis, untuk membangun sirkuit dan beberapa fasilitas penunjangnya. Vinci berkomitmen untuk mengucurkan dana US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, perhelatan MotoGP diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata. “Ditargetkan kompetisi ini akan mendatangkan 100 ribu wisatawan mancanegara,” kata Arief Yahya seperti dikutip Antara, Kamis (21/2) lalu.

Untuk ajang ini, kata Arief, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga berencana memberikan dukungan terkait lisensi penyelenggaraan MotoGP di Mandalika. "Lisensi tersebut membutuhkan investasi sebesar €9 juta. Kemenpar akan memberikan bantuan sebesar €1 juta. Sisanya, kami mengharapkan kerja sama dari pemerintah daerah," kata Arief, dikutip dari situs resmi Kemenpar.

(Baca: Gaet Devisa Rp 281 T, Ini Strategi Pemerintah Genjot Empat Bali Baru )

Video Pilihan

Artikel Terkait