Diduga Kampanye Terselubung, BPN Tuding Menteri Era Jokowi 'Keblinger'

Beberapa menteri diduga berkampanye untuk petahana pada saat jam kerja.
Dimas Jarot Bayu
22 Februari 2019, 07:24
Debat Capres II
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan melaporkan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan menteri-menteri Jokowi.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai banyak menteri di masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla keblinger. Mereka diduga berkampanye untuk petahana pada saat jam kerja.

Juru bicara debat BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria mengatakan banyak menteri yang diduga berkampanye dalam kapasitasnya sebagai pejabat negara. Hal tersebut merupakan pelanggaran Pemilu.

"Saya kira menteri-menteri ini kalau mau jadi menteri lagi boleh tapi jangan melanggar aturan undang-undang. Pejabat negara tidak boleh, itu bagian dari kampanye, itu mengarahkan," kata Riza di Jakarta, Kamis (21/2).

Beberapa menteri yang diduga melakukan pelanggaran kampanye, antara lain Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, serta Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.

Advertisement

Riza menduga Tjahjo melakukan pelanggaran kampanye lantaran menyebut dana desa ada karena Jokowi. Hal itu disampaikan Tjahjo dalam Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Jakarta, Rabu (20/2).

Nasir diduga melanggar kampanye karena menyerukan kepada para mahasiswa dan dosen mencoblos satu dan jangan dua di kertas suara suara agar sah. Hal itu Nasir sampaikan dalam acara peluncuran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-24 di Denpasar, Bali, Kamis (21/2).

Sementara, Riza menduga Hanif melanggar aturan kampanye karena berkelakar menggunakan ushul fiqih agar para santri dan kyai tidak meninggalkan yang jelas untuk memburu yang tidak jelas. Hal itu disampaikannya setelah menyebutkan komitmen Jokowi kepada para santri dan kyai di acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama BLK Komunitas Tahap I/2019 di Jakarta, Rabu (20/2).

Tak hanya itu, Hanif juga meminta para kyai dan santri mendoakan Jokowi untuk bisa terus memimpin di masa yang akan datang. Dia minta doa agar Allah meridhoi perjuangan Jokowi.

(Baca: Di Hadapan Santri, Menaker: Jangan Tinggalkan yang Sudah Nyata)

Riza lantas membandingkan tindakan menteri-menteri di era Jokowi dan menteri di era presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menteri-menteri di zaman SBY tak pernah menyampaikan pernyataan terkait Pilpres di lingkungan pemerintahan dan saat jam kerja.

"Tapi periode Pak Jokowi, jangankan Pak Jokowi, banyak menteri-menteri enteng menyampaikan," kata Riza.

BPN tengah mengkaji berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh menteri-menteri era Jokowi. Hal itu bakal dilaporkan ke Bawaslu. Menurut Riza, hal ini ditujukan agar menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak untuk tidak asal berkampanye.

(Baca: Banyak Data Salah, BPN Prabowo Tuding Jokowi Bohong saat Debat Capres)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait