Luhut Ungkap Status Tambang Miliknya dan Hubungan Jokowi-Kalla

Luhut mengaku ia tidak lagi mengurusi bisnis sejak menjadi menteri. Ia juga menyebut hubungan Jokowi-JK baik-baik saja.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
21 Februari 2019, 08:39
Luhut Binsar Pandjaitan
Arief Kamaludin|KATADATA
Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal isu penguasaan lahan di lingkaran kedua pasangan calon dalam kontestasi Pilpres 2019 hingga hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan dalam acara Afternoon Coffee di Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta.

Luhut mengakui kepemilikannya di tambang batu bara melalui Grup Toba Bara Sejahtra. Namun, sejak menjabat sebagai menteri, ia tak lagi mengurusi bisnis. Jokowi memberi contoh kepemimpinan yang baik sehingga dia tak berani melakukan hal-hal di luar ketentuan.

"Yang saya dapat (tambang) itu sebelum jadi menteri," kata Luhut, Rabu (20/2). Perusahaan milik Luhut, Toba Bara Sejahtra, bergerak di banyak lini salah satunya adalah pertambangan.

Dalam sesi interaktif, Luhut menjelaskan saat ini tidak ada lagi yang bisa menyembunyikan lahan dan properti. Pasalnya, pemerintahan saat ini telah menerapkan One Map Policy alias kebijakan satu peta. Langkah ini disebut Luhut mencegah kepemilikan lahan berlebihan. "Pak Joko Widodo (Jokowi) tidak mau itu terjadi lagi," kata Luhut.

Pertanyaan awak media lalu beralih ke hubungan Jokowi dan Jusuf Kalla. Hal ini terkait dengan pernyataan Kalla yang menyebut dia memberikan izin Hak Guna Usaha (HGU) untuk lahan seluas ratusan ribu hektare yang dikuasai Prabowo melalui perusahaannya, PT Kiani Kertas pada 2004. Hal ini menimbulkan pro dan kontra di tim sukses kedua kubu.

Namun, Luhut memastikan hubungan keduanya sangat baik. "Tadi kami bertiga bertemu haha hehe (tertawa-tawa) bersama saja," kata Luhut.

Menurutnya, wajar apabila kedua pemimpin negara sesekali bersilang pendapat. Mantan kepala staf presiden itu juga menjelaskan komitmen Kalla untuk menjalankan pemerintahan bersih.

(Baca: JK Sebut Kepemilikan Lahan Prabowo di Kaltim Sesuai Aturan)

Polemik Kepemilikan Lahan Prabowo

Seperti diketahui, dalam Debat Capres putaran kedua Jokowi menyinggung kepemilikan lahan Prabowo seluas ratusan ribu hektare di Kalimantan Timur dan Kabupaten Aceh Tengah. Jokowi menyinggung soal kepemilikan lahan saat berlangsung debat kedua dalam segmen ketiga mengenai SDA dan lingkungan hidup.

"Saya tahu Pak Prabowo punya lahan luas di Kalimantan Timur 220 ribu hektare, di (Kabupaten) Aceh Tengah 120 ribu," kata Jokowi. Menurutnya, pembagian lahan seperti itu tidak dilakukan di masa pemerintahannya.

Namun, Kalla menyebut kepemilikan lahan seluas 220 ribu hektare di Kaltim oleh Prabowo sesuai aturan. Bahkan, dia mengaku sebagai pejabat yang memberikan izin Hak Guna Usaha (HGU) lahan untuk Prabowo dan perusahaannya pada waktu itu. Tujuannya, untuk memberikan kepastian bahan baku bagi pembangunan industri yang berorientasi ekspor. "Izinnya tidak salah, sesuai UU, apa yang salah? Kebetulan waktu itu saya yang kasih," katanya.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi memprotes keras pertanyaan Jokowi ini kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Alasannya, hal tersebut adalah serangan personal terhadap Prabowo.

Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin juga menilai pertanyaan Jokowi tentang kepemilikan lahan Prabowo dalam Debat Capres putaran kedua bukanlah serangan terhadap personal. Prabowo sebagai calon pejabat publik sudah semestinya terbuka jika ditanya soal aset-asetnya.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani, mengatakan pertanyaan Jokowi mengenai aset Prabowo wajar karena Prabowo calon pejabat publik. Serangan yang dinilai personal adalah serangan yang menyinggung soal keluarga atau hal pribadi lainnya. "Pejabat publik kalau urusan aset harus bersedia ditanya," kata Arsul.

(Baca: Bawaslu Kaji Dugaan Serangan Personal Jokowi ke Prabowo soal Lahan)

Reporter: Ameidyo Daud Nasution

Video Pilihan

Artikel Terkait