Di Hadapan Santri, Menaker: Jangan Tinggalkan yang Sudah Nyata

Jokowi dinilai telah banyak memberikan apresiasi kepada para santri, misalnya dengan adanya bank wakaf mikro dan pembangunan rusunawa pesantren.
Dimas Jarot Bayu
20 Februari 2019, 23:32
Hanif Dakhiri
Arief Kamaludin|Katadata
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengklaim pemerintahan Presiden Joko Widodo memiliki komitmen bagi para santri dan dunia pesantren.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengklaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan pemimpin yang dekat dengan para ulama, kyai, dan santri. Jokowi, kata Hanif, telah banyak memberikan kebijakan yang berpihak kepada mereka.

Hanif mengatakan, salah satu komitmen Jokowi adalah denga menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. "Ini pengakuan penting dari negara dan pemerintah kepada kaum santri yang telah berjuang," kata Hanif di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (20/2).

Jokowi juga dinilainya telah banyak memberikan apresiasi kepada santri dan dunia pesantren lewat adanya bank wakaf mikro, pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) pesantren, redistribusi lahan yang melibatkan pesantren. Ada pula skema kredit untuk kalangan pesantren agar tumbuh menjadi wirausahawan baru.

(Baca: Tekan Ketimpangan, Pemerintah Cetak Santripreneur dan Petani Muda)

Advertisement

Yang terbaru, Hanif menyebut Jokowi mencanangkan pembentukan seribu Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di pesantren pada 2019. Total anggaran untuk pembangunan seribu BLK Komunitas di pesantren mencapai Rp 1 triliun.

Menurut Hanif, pembentukan BLK Komunitas di pesantren tahun ini meningkat drastis dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2017, pemerintah hanya membentuk 50 BLK Komunitas di Pesantren. Tahun lalu, hanya 75 BLK Komunitas di Pesantren yang dibentuk.

"Saya sampai kaget karena saking senangnya melihat komitmen beliau terhadap dunia pesantren yang begitu konkret dan nyata," kata Hanif.

Dengan demikian, Hanif menilai berkelakar dengan mengutip ushul fiqih. Menurut Hanif, masyarakat tidak boleh meninggalkan yang jelas untuk memburu yang tidak jelas.

"Tidak boleh meninggalkan yang sudah nyata untuk mengejar yang masih di angan-angan," ucap Hanif. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut tentang maksud pernyataannya tersebut.

Hanif pun meminta para kyai yang datang dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama BLK Komunitas untuk mendoakan Jokowi. Dia berharap agar Jokowi agar selalu sehat dan sukses.

Hanif juga meminta hadirin mendoakan agar Joklwi diberi kekuatan lahir dan batin untuk memimpin Indonesia. "Dan terus memimpin Indonesia di masa yang akan datang. Semoga Allah meridhoi perjuangan Pak Jokowi dan kita semua untuk Indonesia maju dan sejahtera," kata Hanif.

(Baca: Jokowi Janjikan Pembangunan 3.000 BLK Pesantren Tahun Depan)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait