Debat Pilpres Kedua, Prabowo Siapkan Kritik Infrastruktur dan Pangan

Dimas Jarot Bayu
13 Februari 2019, 08:33
Debat Capres
Antara Foto/Aprillio Akbar
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyiapkan kritik di sektor infrastruktur dan pangan dalam Debat Pilpres putaran kedua.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyiapkan kritik di bidang infrastruktur dan pangan dalam Debat Pilpres putaran kedua. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan Prabowo sangat siap dan menguasai materi debat yang bertema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur tersebut.

Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon mengklaim tak ada kesulitan bagi Prabowo dalam mempersiapkan debat kedua Pilpres 2019. "Pak Prabowo sudah di luar kepala lah soal data datanya. Bahkan beliau sudah menulis buku tentang Paradoks Indonesia dan Indonesia Menang," kata Fadli di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandiaga, Jakarta, Selasa (12/2).

Ia memperkirakan Prabowo dalam debat akan membicarakan soal infrastruktur dan pangan. Terkait isu infrastruktur, banyak kritik yang akan disampaikan Prabowo ketika debat.

Pasalnya, Fadli menuding banyak infrastruktur selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mangkrak. "Saya kira sebagian besar apa yang dijanjikan itu tidak tercapai," kata Fadli.

Terkait isu pangan, kritik yang akan disampaikan Prabowo adalah soal swasembada pangan yang gagal total. Fadli pun menilai pemahaman Prabowo terkait masalah tersebut sudah cukup banyak.

Sebab, Prabowo pernah dua kali menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). "Jadi kepedulian Pak Prabowo terhadap petani dan sektor pertanian itu luar biasa komitmennya," kata Fadli.

(Baca: Walhi Minta Jokowi-Prabowo Singgung Konflik Agraria di Debat Pilpres)

Masukan dari Pakar

Sebelumnya, Prabowo juga telah mendapatkan masukan dari sejumlah pakar untuk materi debat kedua ini. "Beberapa akademisi dan tokoh-tokoh lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang membidangi masalah-masalah ini memberikan masukan berharga," kata Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (25/1).

Priyo mengatakan, beberapa pakar yang akan memberikan masukan, seperti Sudirman Said, Dradjad Wibowo, Said Didu, Rizal Ramli, dan Kwik Kian Gie. Sudirman sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla periode 2014-2016.

Drajad saat ini merupakan Anggota Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN). Sebelumnya ia juga dikenal sebagai ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef). Said Didu pernah menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN pada 2005-2010. Dia juga pernah menduduki posisi Staf Khusus Menteri ESDM periode 2014-2016.

Rizal pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) dan Menteri Keuangan di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Jabatan terakhir Rizal sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada 2015-2016.

Sementara itu, Kwik Kian Gie pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Ekuin pada 1999-2000. Kwik juga sempat menduduki posisi sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2001-2004.

(Baca: Impor Pangan dan Utang Diramal Jadi Isu Utama Debat Capres Putaran Dua)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait