LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi di Kalangan Pemilih Muslim Turun

Meski demikian, posisi Jokowi-Ma'ruf di kalangan pemilih muslim dinilai masih aman karena unggul 17,3% dari Prabowo-Sandiaga.
Dimas Jarot Bayu
7 Februari 2019, 21:18
Jokowi- Ma'ruf Amin serta Prabowo-Sandiaga
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi dan Ma\'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat mengikuti rapat Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9/2018). \

Dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di kantong pemilih muslim cenderung menurun. Berdasarkan hasil sigi terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di kantong pemilih muslim sebesar 49,5% atau turun 3,2% dibandingkan posisi Agustus 2018 sebesar 52,7%.

"Dalam kurun waktu lima bulan, dukungan atas Jokowi-Ma'ruf sedikit menurun di kalangan pemilih muslim," kata Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di kantornya, Jakarta, Kamis (7/2).

Hal berbeda terjadi kepada pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Elektabilitas pasangan oposisi tersebut saat ini meningkat 7,5% dibandingkan Agustus 2018.

Berdasarkan survei LSI Denny JA teranyar, elektabilitas Prabowo-Sandiaga di kalangan pemilih muslim sebanyak 35,4%. Pada Agustus 2018, tingkat keterpilihan Prabowo-Sandiaga sebesar 27,9%. "Dalam kurun waktu lima bulan, dukungan atas Prabowo-Sandi meningkat di kalangan pemilih muslim," kata Adjie.

(Baca: Survei Medsos: Jokowi Korban Berat Hoaks Politik Pilpres 2019)

Meski demikian, Adjie menilai posisi Jokowi-Ma'ruf masih cukup aman ketimbang Prabowo-Sandiaga di segmen pemilih tersebut. Pasalnya, elektabilitas pasangan petahana masih lebih unggul 17,3% dari Prabowo-Sandiaga.

"Secara total Jokowi-Ma'ruf masih unggul di atas dua digit dari Prabowo-Sandi di kantong pemilih muslim," katanya.

LSI Denny JA mengadakan survei pada 18-25 Januari 2019 dengan melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan melalui pemilihan responden secara acak atau multistage random sampling. Tingkat kesalahan alias margin of error dalam survei ini sebesar +/- 2,8%.

(Baca: Debat Pertama Belum Signifikan Angkat Suara Jokowi dan Prabowo)

Advertisement
Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait