Lantik Sebelas Perwira Tinggi, Kapolri Bantah Isu Konflik Internal

Rotasi dan mutasi di tubuh Polri tersebut dilakukan bukan lantaran adanya konflik internal tetapi untuk regenerasi dan penyegaran.
Dimas Jarot Bayu
24 Januari 2019, 12:32
Kapolri
ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian melantik sebelas perwira tinggi di lingkungan Polri. Rotasi dan mutasi di tubuh Polri tersebut dilakukan bukan lantaran adanya konflik internal tetapi untuk regenerasi dan penyegaran.

Tito resmi melantik Irjen (Pol) Idham Azis sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri pada Kamis (24/1). Idham menggantikan Komjen (Pol) Arief Sulistyanto yang kini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri.

Upacara pelantikan dan serah terima jabatan dilakukan di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta Selatan. Ini dilakukan mengacu pada Surat Telegram nomor ST/188/I/KEP.2019 tertanggal 22 Januari 2019 yang ditandatangani Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Eko Indra Heri.

Tito mengatakan, rotasi ini dipicu adanya dua perwira tinggi yang akan memasuki masa pensiun pada 1 Februari 2019, yakni Irjen (Pol) Deden Juhara dan Komjen (Pol) Lutfi Lubihanto. "Otomatis men-trigger terjadinya regenerasi. Di Polri tidak gampang menunjuk, memilih dan lainnya. Banyak pertimbangan yang harus dilakukan," kata Tito, di Jakarta.

Advertisement

Tito meminta tak ada pihak-pihak yang mencoba menganalisis soal rotasi perwira tinggi Polri. Menurut Tito, Polri tetap solid. Adanya beberapa perbedaan merupakan hal wajar. Perbedaan tersebut tidak menimbulkan dampak destruktif. "Perbedaan biasa, justru memperkuat melalui mekanisme check and balance. Polri tetap solid," kata Tito.

Selain Idham, ada sepuluh perwira tinggi Polri lainnya yang dilantik Tito hari ini. Komjen (Pol) Unggung Cahyono dilantik sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam). Unggung menggantikan posisi Komjen (Pol) Lutfi Lubihanto yang akan persiapan masa pensiun.

Posisi Unggung di Kalemdiklat digantikan oleh Arief. Ada pun, jabatan Idham sebelumnya sebagai Kapolda Metro Jaya digantikan oleh Irjen (Pol) Gatot Eddy Pramono. Gatot sebelumnya menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri.

Posisi Asrena Kapolri diisi oleh Irjen (Pol) Agung Sabar Santoso. Agung sebelumnya menjabat sebagai Wakil Inspektur Pengawasan Umum (Wairwasum) Polri.

Posisi Wairwasum Polri digantikan oleh Irjen (Pol) Umar Septono. Jabatan Umar sebelumnya sebagai Kapolda Sulawesi Selatan digantikan oleh Irjen (Pol) Hamidin.

(Baca: Pascabebas, Polisi Tak Beri Pengawalan Khusus untuk Ahok)

Kemudian, Kapolri melantik Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops) Irjen (Pol) Rudy Sufahriadi. Rudy menggantikan Irjen (Pol) Deden Juhara yang akan memasuki masa pensiun.

Jabatan Rudy sebelumnya sebagai Komandan Korps Brimob (Dankor Brimob) Polri digantikan oleh Irjen (Pol) Ilham Salahudin. Brigjen (Pol) Supratman saat ini mengisi jabatan Kapolda Bengkulu menggantikan Brigjen (Pol) Coki Manurung. Coki dimutasi menjadi Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri.

Brigjen (Pol) Suroto menggantikan Brigjen (Pol) M Naufal Yahya sebagai Kapolda Maluku Utara. Naufal dimutasi menjadi Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri.

Brigjen (Pol) Lukman Wahyu Harianto menggantikan Brigjen Ermi Widyatno sebagai Kapolda Sulawesi Tengah. Ermi dimutasi menjadi Karobinopsnal Baharkam Polri.

(Baca: Jokowi Instruksikan Kepolisian Tangkap Pelaku Teror Bom Pimpinan KPK)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait