Pemerintah Akan Rekrut 150 Ribu Tenaga Kontrak dan 100 Ribu CPNS

Rekrutmen pada tahap awal difokuskan untuk beberapa profesi, antara lain guru honorer, penyuluh pertanian, serta tenaga kesehatan.
Image title
23 Januari 2019, 13:19
PNS
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
PNS menari bersama saat peringatan HUT ke-45 KORPRI di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Pemerintah akan merekrut 150 ribu tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan 100 ribu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara bertahap. Rekrutmen pada tahap awal difokuskan untuk beberapa profesi, antara lain guru honorer, penyuluh pertanian, serta tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, dan perawat.

"Pemerintah merekrut 150 ribu orang P3K dan 100 ribu CPNS yang dilakukan bertahap, mempertimbangkan waktu konstelasi politik," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin, seperti dikutip Antara, di Batam, Rabu (23/1).

Rekrutmen tenaga P3K dilakukan dalam dua tahap, setiap tahap terdiri atas 75 ribu orang pegawai. Syafruddin mengatakan, tahap pertama akan dimulai pada Februari 2019 khusus difokuskan untuk guru honorer, penyuluh pertanian, dan tenaga kesehatan. "Karena tidak dibatasi waktu, mau umur berapa saja (bisa)," kata Syafruddin.

Pada rekrutmen tahap kedua yang dimulai Mei 2019 terbuka untuk umum. Namun, formasi yang disediakan adalah jabatan teknis dan spesialis profesional.

Advertisement

(Baca: Siasat Kenaikan Gaji PNS dan Aparat Desa untuk Pilpres 2019)

Menurut Syafruddin, setiap pemerintah daerah dan instansi wajib menghitung setiap jabatan yang dibutuhkan berdasarkan analisis dan beban kerja. Dalam pelaksanaan rekrutmen tenaga P3K dan CPNS tersebut, pemda dan instansi harus mengikuti enam pedoman, antara lain kompetitif, adil, dan tidak dipungut biaya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Batam, Syahir mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menghitung jumlah kebutuhan P3K. Saat ini terdapat sekitar 5.000 tenaga honorer di Pemkot Batam. Namun, tidak seluruhnya akan menjadi P3K.

Di antara 5.000 tenaga honorer tersebut, sebagian terdiri atas para guru dan tenaga kesehatan, sesuai dengan pembukaan rekrutmen tahap pertama. "Di Batam ada juga tenaga penyuluh pertanian. Dan meski kita bukan daerah pertanian, tetap butuh," kata dia.

(Baca: Kenaikan Tunjangan Kinerja ASN Tahun Ini Bisa Mencapai 90%)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait