Jokowi dan Prabowo Antisipasi Pertanyaan soal Kejahatan HAM Masa Lalu

Tim sukses kedua paslon sudah mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dalam debat perdana, seperti soal penuntasan kasus HAM berat.
Ameidyo Daud Nasution
17 Januari 2019, 15:23
Persiapan Debat Capres Sesi I 2019
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Petugas keamanan melintas di dekat spanduk yang dipersiapkan untuk debat pertama capres-cawapres Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019). Debat pertama yang akan diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma\'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut akan berlangsung pada Kamis 17 Januari 2019 pukul 20.00 WIB dengan mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

Pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan paslon nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sama-sama mengantisipasi pertanyaan soal penuntasan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di masa lalu. Tim sukses dari kedua paslon sudah mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dalam debat perdana, seperti soal penuntasan kasus HAM berat, kriminalisasi ulama, penindakan teroris yang cenderung represif, hingga kasus penculikan aktivis.

Hal ini seiring tema Debat Pilpres 2019 hari ini yang mengambil tema hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme. Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima mengatakan, penuntasan persoalan HAM masa lalu diprediksi akan menjadi pertanyaan kubu lawan mengingat Jokowi saat ini menjabat sebagai presiden.

Selain itu, Aria memprediksi Jokowi-Ma'ruf akan dihujani pertanyaan lain, mulai dari pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kriminalisasi ulama, hingga penindakan teroris yang dianggap represif. "Kami sudah hafal betul amunisinya," kata Aria Bima ketika ditemui di Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1).

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah dikumpulkan tim dari media sosial seperti Twitter, Instagram, hingga Facebook. Selain itu tim juga telah mengumpulkan pemberitaan terkait tema pertama dari media massa baik cetak, online, maupun media elektronik lainnya. "Saya kira tidak ada yang baru dan sudah disiapkan," kata Aria.

Advertisement

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menjelaskan, dalam menghadapi debat nanti Jokowi dan Ma'ruf akan menjelaskan semua pertanyaan tersebut. Dari pemaparannya, akan terlihat mana saja informasi akurat hingga isu-isu palsu yang selama ini beredar.

"Yang sudah tercapai harus dibilang capaian positif, yang belum bisa tercapai karena pondasinya kami betulkan dulu. Tapi saya kira akan transparan," kata Aria.

(Baca: Kedua Capres Dinilai Miliki Rekam Jejak Buruk Soal Kasus HAM)

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso, juga mengatakan Prabowo telah menyiapkan jawaban apabila paslon nomor urut 01 menanyakan soal kejahatan HAM di masa lalu. Prabowo telah menyiapkan penjelasan yang jernih apabila dianggap terlibat pelanggaran hak asasi di waktu lampau.

"Pertanyaan musiman, setiap musim Pemilu pasti muncul," kata Priyo sembari terkekeh. Menurutnya, kasus pelanggaran HAM yang sering dikaitkan dengan Prabowo tersebut telah selesai dan hasilnya sudah terang.

Politisi Partai Berkarya tersebut juga memastikan Prabowo-Sandiaga tidak akan menanyakan hal personal dalam debat nanti. Prabowo disebutnya hanya akan menggali substansi dari visi dan misi lawan tandingnya. "Pertanyaan apapun beliau (Prabowo) akan siap," kata dia.

(Baca: Ma'ruf Amin Akan Difokuskan Jawab Isu Terorisme saat Debat Pilpres)

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait