Perang Cuitan di Twitter, #RakyatSudahMuak Jadi Perhatian Warganet

Hingga Kamis (17/1) pagi, cuitan para pengguna Twitter yang menggunakan #RakyatSudahMuak mencapai 31,6 ribu.
Image title
17 Januari 2019, 10:05
Twitter
YouTube

Menjelang pelaksanaan Debat Pilpres 2019, terjadi perang cuitan (twitwar) dari kedua kubu pendukung pasangan calon (paslon). Tagar #RakyatSudahMuak menjadi trending topic, dimulai oleh pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mengkritik janji-janji petahana sedangkan pendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menggunakannya untuk menyindir kabar bohong (hoaks) dan salah data yang ditampilkan kubu Prabowo.

Hingga Kamis (17/1) pagi, cuitan para pengguna Twitter yang menggunakan #RakyatSudahMuak mencapai 31,6 ribu. Bermula dari cuitan pengguna Twitter @RajaPurwa yang menyebut, "Okay bro, apakah kalian sudah muak dengan kondisi bangsa dan negara kek gini? Kalau gw yakin... #RakyatSudahMuak. Itu tagar/hastag kita malam ini...Lakukan 1 tagar! Banyak hal yang bisa dibicarakan, mulai dari skrg!"

Cuitan tersebut telah di-retweet sebanyak 676 kali dan disukai oleh 1.322 pengguna Twitter. Akun @RajaPurwa ini memiliki 35 ribu pengikut.

Akun pengguna Twitter @wartapoLitik menggunakan #RakyatSudahMuak untuk mengkritik pernyataan Jokowi yang sebelumnya menyatakan tidak perlu latihan untuk menghadapi debat. Namun, Jokowi dan Ma'ruf ternyata melakukan pendalaman materi debat di Djakarta Theater pada Rabu (16/1) malam. Cuitan tersebut sudah di-retweet sebanyak 134 kali dan disukai 179 pengguna Twitter. Akun @wartapoLitik ini memiliki 58,7 ribu pengikut.

Advertisement

(Baca: Rizieq Ubah #2019GantiPresiden, Elektabilitas Prabowo Bakal Berkurang)

Sementara itu, pengguna Twitter Anubis @militumcyber menggunakan tagar tersebut untuk mengkritik Prabowo. "Capres @prabowo saat pidato kebangsaan kemarin kembali sebar hoax dan memainkan politisasi atas nasib dan kematian seseorang yang langsung dibantah keluarga bersangkutan. Sudah minim strategi selain nyolong konten dan politisasi kematian seperti pilkada Jkt! #RakyatSudahMuak."

Cuitan tersebut disertai video dari kabargrobogan.com yang berisi klarifikasi dari keluarga Hardi, petani asal Kabupaten Grobogan yang disebut meninggal karena bunuh diri akibat tak mampu menanggung utang. Keluarga Hardi mengaku tidak hidup kekurangan. Mereka punya sawah yang cukup luas, sekitar 3.500 m2 yang mampu menghidupi kebutuhan keluarga. Cuitan akun @militumcyber yang memiliki 54,5 ribu pengikut tersebut di-retweet oleh 226 pengguna dan disukai 266 pengguna Twitter.

Pengguna Twitter Ulin Yusron lewat akun @ulinyusron menggunakan tagar #RakyatSudahMuak untuk melawan kabar bohong. "#RakyatSudahMuak dengan kabar bohong, hoaks, fitnah, politisasi agama. Indonesia maju lebih menarik ketimbang Indonesia punah!"

Cuitan tersebut disertai grafik hasil survei nasional Charta Politika yang menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 53,2% sedangkan Prabowo-Sandiaga sebesar 34,1%. Cuitan tersebut telah di-retweet oleh 49 pengguna dan disukai oleh 47 pengguna Twitter. Akun @ulinyusron memiliki 128 ribu pengikut di Twitter.

(Baca: Fenomena Nurhadi-Aldo dan Potensi Meningkatnya Golput di Pilpres 2019)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait