Jelang Debat Pilpres, Jokowi Siapkan Data dan Program Sesuai Tema

Jokowi menyiapkan data-data sesuai tema debat di bidang hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme.
Dimas Jarot Bayu
16 Januari 2019, 13:44
Jokowi-Ma'ruf Amin
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Calon presiden petahana Joko Widodo didampingi calon wakil presiden Ma'ruf Amin saat pendaftaraan Pilpres di KPU, Jakarta, Jumat (10/8).

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengaku siap mengikuti debat perdana Pilpres 2019 yang akan diselenggarakan Kamis (17/1). Jokowi menyiapkan data-data sesuai tema debat di bidang hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme. Ia juga akan menyampaikan rencananya jika terpilih kembali dalam Pilpres 2019.

"Ya kita datang saja. Datang sesuai dengan materi-materinya," kata Jokowi usai acara Wirausaha ASN dan Pensiunan, di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, Rabu (16/1).

Jokowi pun menilai tidak perlu memberikan banyak masukan kepada Ma'ruf Amin yang jadi pendampingnya dalam Pilpres 2019. Ia yakin Ma'ruf telah siap menghadiri debat karena Ma'ruf sudah berpengalaman dalam menyampaikan ceramah. "Pak Kiai kan tiap hari memberikan kultum, memberikan tausiah, memberikan khotbah," kata Jokowi.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf mengaku tidak banyak memberikan pendampingan kepada Jokowi untuk debat Pilpres 2019. Sebab, Jokowi dinilai sudah cukup banyak memahami berbagai persoalan yang ada saat ini.

Advertisement

Para menteri di Kabinet Kerja pun bisa memberikan masukan kepada Jokowi. Selain itu, Jokowi sudah berpengalaman melakukan debat ketika mencalonkan diri sebagai Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan Presiden dalam Pilpres 2014.

(Baca: Jokowi Kumpulkan Ketum Parpol Koalisi Jelang Debat Capres)

Sementara itu, TKN memberikan pendampingan khusus kepada Ma'ruf. Pendampingan ini dilakukan agar Ma'ruf dapat mengintegrasikan konsep Nawacita 2014-2019 dan Nawacita 2019-2024, khususnya terkait masalah hukum, HAM, korupsi, dan terorisme yang menjadi tema debat perdana. "Itu secara khusus diberikan coaching untuk disampaikan," ujar Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/1).

Menurut Aria, Nawacita 2014-2019 dan Nawacita 2019-2024 merupakan satu tarikan nafas. Oleh karena itu, Ma'ruf perlu memahami mana saja program dari Nawacita 2014-2019 yang telah, sedang dijalankan, dan akan dilanjutkan pada periode mendatang.

Alhasil, Ma'ruf akan lebih fasih ketika menyampaikan berbagai kebijakan, program, dan kegiatan dalam visi-misinya ketika debat Pilpres 2019. "Di sinilah tim coaching-nya menyampaikan narasi besarnya seperti apa sampai pada kebijakan, program, dan kegiatan-kegiatan mengenai Nawacita 2019-2024," kata Aria.

Pendampingan terhadap Ma'ruf dilakukan oleh beberapa politisi yang berada dalam Koalisi Indonesia Kerja. Menurut Aria, politisi-politisi dalam Koalisi Indonesia Kerja banyak juga yang kompeten lantaran menjabat sebagai anggota DPR Komisi III. Komisi tersebut membidangi masalah hukum, HAM, dan keamanan.

Aria mengklaim tak sulit memberikan pendampingan kepada Ma'ruf untuk Debat Pilpres 2019, khususnya untuk memadukan pemahamannya dengan Jokowi. Sebab, Ma'ruf juga merupakan seorang intelektual yang banyak berkecimpung di dunia pendidikan, data, dan analisis.

Lagi pula, Ma'ruf tak akan dijejali seluruh pengetahuan mengenai isu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Sebab, waktu pemaparan dalam Debat Pilpres nantinya tak akan terlalu lama. "Jadi lebih ke kata-kata kunci untuk membuka dan menutup hal yang disampaikan Pak Kiai, khususnya di debat yang beliau lakukan sendirian," kata Aria.

(Baca: Debat Pilpres Adu Gagasan di Bidang Hukum )

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait