Soal Klaim OPM, Wiranto: Saya Tidak Berdiskusi dengan Kriminal

Klaim yang disampaikan OPM dinilai merupakan propaganda yang bertujuan membuat masyarakat resah dan ketakutan.
Dimas Jarot Bayu
11 Desember 2018, 14:05
Trans Papua
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Foto udara Jalur Trans Papua di ruas jalan Wamena-Habema, Papua, Selasa (9/5).

Pemerintah tidak akan berdiskusi ataupun menjawab berbagai klaim yang disampaikan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) terkait kasus penembakan karyawan PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua. Klaim yang disampaikan OPM dinilai merupakan propaganda yang bertujuan membuat masyarakat resah dan ketakutan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto memastikan tak akan menjawab berbagai klaim yang disampaikan oleh OPM karena klaim tersebut tidak benar. Salah satu tudingan OPM adalah soal pekerja Istaka Karya yang disebut-sebut sebagai aparat TNI yang menyamar.

"Saya tidak akan berdiskusi dengan kriminal. Mereka klaim apa saja enggak saya jawab," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Selasa (11/12).

Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban yang lebih penting untuk melindungi masyarakat ketimbang menjawab klaim OPM. Karenanya, dia memastikan akan pemerintah akan mengejar OPM yang melakukan penembakan di Nduga.

Advertisement

"Jelas mereka kriminal, melakukan kejahatan di luar batas kemanusiaan, harus kita lawan," kata Wiranto.

Meski demikian, pengejaran OPM tak mudah karena terkendala oleh kondisi medan yang berat. Atas dasar itu, Brimob Polri dan Kopassus dari luar Papua telah dikerahkan untuk membantu pengejaran OPM.

Selain itu, Tim Gabungan TNI-Polri masih terus melakukan operasi penyelamatan. Sebab, masih ada empat korban yang hingga saat ini masih belum ditemukan.

(Baca: Pemerintah Masih Cari Empat Korban Penyerangan di Nduga)

Wiranto menyebut, Tim Gabungan TNI-Polri sementara telah mengidentifikasi korban tewas sebanyak 17 pekerja PT Istaka Karya. Mereka sebelumnya diketahui tengah membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua.

Empat orang pekerja lainnya ditemukan selamat dari lokasi kejadian. Ada pula 27 orang lainnya yang selamat dan sudah dievakuasi. "Tidak hanya pekerja jembatan, tetapi ada pekerja Puskesmas, pekerja Telkom, dan karyawan SMP. Itu dapat diselamatkan karena mereka juga melarikan diri," kata dia.

(Baca: Wiranto Janji Tekan Kerawanan Pemilu 2019 di Papua)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait