TKN: Elektabilitas Petahana Stagnan karena Ma'ruf Belum Kampanye

Ma'ruf akan fokus berkampanye di sepuluh provinsi mulai Januari 2019.
Dimas Jarot Bayu
8 Desember 2018, 10:29
Erick Thohir
Arief Kamaludin (Katadata)
Erick Thohir

Survei teranyar Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan elektabilitas pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin hingga November 2018 stagnan sebesar 53,2%. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menilai elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 itu stagnan lantaran Ma'ruf belum berkampanye.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir mengatakan, Ma'ruf selama ini baru sebatas bersilaturahmi sebagai seorang kiai besar. Hal itu dilakukan Ma'ruf untuk memeriksa basis dukungannya di berbagai wilayah Indonesia. "Silaturahmi dan kampanye beda. Kalau sudah datang ke pasar, itu baru (kampanye)," kata Erick di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat (7/12).

Erick meyakini elektabilitas pasangan petahana bakal naik ketika Ma'ruf berkampanye. Sebab, tanpa berkampanye pun elektabilitas Jokowi-Ma'ruf saat ini sudah mencapai 53,2%. TKN Jokowi-Ma'ruf menargetkan perolehan suara bakal mencapai 70% secara kumulatif. "Kalau nanti Abah (Ma'ruf) kampanye, wuih (elektabilitas naik)," kata Erick.

(Baca: Timses Jokowi-Ma'ruf Akui Kampanye di Media Sosial Masih Lemah)

Advertisement

Menurut Erick, Ma'ruf akan mulai berkampanye pada Januari 2019. Rencananya, Ma'ruf akan difokuskan berkampanye di sepuluh provinsi. Sepuluh provinsi tersebut, antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Gorontalo, Riau, dan Lampung.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan, sepuluh provinsi itu merupakan lokasi di mana suara Jokowi rendah pada Pilpres 2014. "(Sepuluh provinsi) itu memang kami dorong agar kami tingkatkan (elektabilitasnya)," kata Karding.

TKN Jokowi-Ma'ruf telah merancang program kampanye khusus bagi mantan Rais A'am PBNU itu untuk berkampanye di sepuluh provinsi tersebut. Program tersebut dirancang TKN Jokowi-Ma'ruf bersama dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

(Baca: Lawan Kritik, Jokowi-Ma'ruf Dorong Narasi Capaian Kinerja Pemerintah)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait