Saka Mengebor Sumur Eksplorasi ke-3 di Blok Pangkah Pekan Depan

Pengeboran akan dilakukan dengan menggunakan rig eksisting yang sudah dipakai Saka pada pengeboran di Blok South Sesulu.
Anggita Rezki Amelia
7 Desember 2018, 20:06
Rig TKBY-2 Blok Pangkah Saka Energi
Saka Energi

PT Saka Energi Indonesia akan mengebor sumur eksplorasi ketiga di Blok Pangkah, Jawa Timur mulai pekan depan. Pengeboran ini dilakukan untuk membuktikan cadangan minyak dan gas (migas) di struktur Tambakboyo yang ada di lepas pantai Blok Pangkah.

Vice President Exploration PT Saka Energi Indonesia Rovicky Putrohari mengatakan, pengeboran tersebut akan dilakukan dengan menggunakan rig eksisting yang sudah dipakai Saka di blok lainnya, yakni di Blok South Sesulu Kalimantan Timur. "Rignya baru sampai dari South Sesulu, paling pekan depan sudah mulai ngebor," kata Rovicky kepada Katadata.co.id, Jumat (7/12).

Menurut Rovicky, sumur yang akan dibor nantinya bernama TBKY-3. Ini merupakan lanjutan dari pengeboran sumur TKBY-2 yang sudah dibor Agustus lalu. Jika pengeboran sukses, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk ini akan mengembangkan hasil pengeboran tersebut menjadi lapangan baru dengan mengajukan proposal pengembangan (Plan of Development/PoD) ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mendukung percepatan pengembangan sumur baru migas di wilayah kerja Blok Pangkah, perairan utara Jawa Timur, yang dikelola oleh PT Saka Energi Indonesia. Dukungan itu termasuk membantu pengurusan izin agar wilayah kerja hasil eksplorasi tersebut segera berproduksi.

(Baca: Arcandra Dukung Percepatan Produksi Sumur Migas di Blok Pangkah

Menurut Arcandra, manajemen Saka perlu segera melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi untuk segera mengembangkan wilayah kerja migas tersebut. Koordinasi itu terutama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), SKK Migas, Angkatan Laut dan Dirjen Perhubungan Laut. Dia menjanjikan, pemerintah akan membantu agar proses perizinan bisa lekas dituntaskan.

“Kami sangat senang dengan adanya temuan yang baru ini, yang kemungkinan adalah temuan terbesar dan cukup signifikan untuk discovery kita akhir-akhir ini,” kata Arcandra dalam konferensi pers, setelah meninjau Onshore Processing Facility (OPF) Saka Energi di Gresik, Jawa Timur, Sabtu (8/9) lalu.

 

Saat ini, Saka Energi memiliki 11 hak kelola di blok migas dalam negeri dan satu di luar negeri. Selain Pangkah, blok yang sudah berproduksi adalah Muara Bakau, Bangkanai, Ketapang, Muriah, dan Blok Fasken yang berada di Amerika Serikat (AS).

Sementara, lima blok lainnya belum menghasilkan minyak atau gas karena masih dalam tahap eksplorasi. Blok tersebut adalah West Bangkanai, Wokam II, South Sesulu, Pekawai, dan West Yamdena.

(Baca: Saka Mengebor 14 Sumur dan Akuisisi Blok Migas Tahun Depan)

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Video Pilihan

Artikel Terkait