Jokowi Perintahkan Mensos Eksekusi Pabrik bagi Penyandang Disabilitas

Pabrik yang beroperasi nantinya dapat bergerak di berbagai sektor, seperti elektronik dan garmen.
Ameidyo Daud Nasution
3 Desember 2018, 13:55
Jokowi
KATADATA/AMEIDYO DAUD
Presiden Joko Widodo memangku Mukhlis Abdul Holik, penyandang disabilitas dari Sukabumi dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional di Bekasi, Senin (3/12).

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita untuk menyelesaikan pembangunan pabrik bagi penyandang disabilitas. Usulan mengenai pembangunan pabrik khusus tersebut telah diajukan sejak empat tahun lalu namun hingga kini belum terealisasi.

Hal ini dikatakan Jokowi saat membuka peringatan Hari Disabilitas Internasional di Bekasi, Senin (3/11). "Saya perintahkan mensos selesaikan hal ini," kata Jokowi. Hadir dalam acara tersebut Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Pada Juni 2015, Jokowi sempat memerintahkan kepada Mensos Khofifah Indar Parawansa untuk membangun pabrik khusus tuna rungu. Namun, hingga kini pembangunan pabrik tersebut masih terkendala pembebasan lahan.

Advertisement

Padahal, keberadaan pabrik khusus merupakan wadah bagi penyandang disabilitas untuk berkarya. Pabrik yang beroperasi nantinya dapat bergerak di berbagai sektor, seperti elektronik dan garmen. "Kita memerlukan (pabrik khusus) itu mengingat prestasi (penyandang disabilitas) yang ada," kata Jokowi.

Mantan Walikota Solo ini menyebutkan beberapa penyandang disabilitas yang berprestasi. Salah satunya adalah Risnawati Utami yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pertama yang menjadi Anggota Komite Hak Penyandang Disabilitas Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Lalu ada pebisnis online bernama Habibie Aisyah yang juga penyandang disabilitas.

(Baca: Programmer sebagai Alternatif Profesi bagi  Penyandang Disabilitas)

Selain itu, ada juga Surya Sahetapy yang aktif berkampanye mengenai Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) bagi penyandang tuna rungu. Lalu ada lagi penyandang bernama Fahmi Hussein yang memenangkan ajang Electric Car Design Contest 2018. "Mereka sumber inspirasi kita," ujar dia.

Sebelum memberi sambutan, Jokowi sempat bertemu dengan pemyandang disabilitas asal Sukabumi bernama Mukhlis Abdul Holik di ruang VIP. Mukhlis, yang berumur 8 tahun, harus jalan merangkak untuk menuju sekolahnya sejauh 3 kilometer.

Jokowi lantas menanyakan apa keinginan Mukhlis yang dijawab langsung ingin jadi petugas pemadam kebakaran. Anak tersebut juga meminta disekolahkan dari Sekolah Dasar hingga kuliah seperti keinginannya. "Semangat seperti ini yang harus ditunjukkan," katanya.

(Baca: Jokowi Minta Penyandang Disabilitas Gratis Nonton Asian Paragames)

 

 

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait