Wapres JK Minta Pelaku E-Commerce Bina UMKM

Kadin mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif untuk e-commerce marketplace yang mempromosikan produk-produk UMKM.
Dimas Jarot Bayu
31 Januari 2019, 12:19
Jusuf Kalla
Arief Kamaludin|Katadata

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta agar para pelaku e-commerce turut terlibat aktif membina Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). E-commerce dapat membantu UMKM memperluas pasar sehingga kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia juga akan lebih besar.

Saat ini terdapat 56 juta UMKM di Indonesia, namun baru empat juta UMKM yang sudah memasarkan produknya di e-commerce marketplace. "Tentu upaya yang kita butuhkan e-commerce harus bersama-sama membina usaha kecil," kata JK di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (31/1). Alhasil, produk UMKM dapat semakin banyak masuk ke dalam e-commerce marketplace.

JK menilai pembinaan yang dilakukan pelaku e-commerce dapat membuka akses pasar UMKM semakin luas seiring dengan perkembangan berbagai media informasi dan internet. Pembinaan yang dilakukan terhadap UMKM dinilai juga akan menguntungkan para pelaku e-commerce lantaran pilihan produk yang disediakan di platform milik perusahaan-perusahaan tersebut makin beragam.

Oleh karena itu, kolaborasi pelaku e-commerce dan UMKM melalui pembinaan ini penting dilakukan. "Saya kira ini bisa dilakukan secara bersama-sama karena yang mengekspor atau yang menjualnya juga pengusaha," kata JK.

Ketua Kadin Rosan Roeslani menilai, peningkatan produk UMKM dalam marketplace seharusnya juga didorong dengan pemberian insentif kepada pelaku e-commerce. Ia mencontohkan, pemerintah dapat memberikan insentif perpajakan kepada e-commerce yang memasarkan produk-produk UMKM.

Dengan demikian, para pelaku e-commerce ini akan memprioritaskan produk UMKM tersebut. "Jangan dibilang semua marketplace harus jual (produk UMKM) minimum 20 persen. Ya kalau barangnya juga enggak ada? Kita harus fair, kasih insentif," kata Rosan.

(Baca: Empat Unicorn Dorong Pertumbuhan Tiga Sektor Industri Indonesia)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan pesan serupa kepada Bukalapak, salah satu pelaku e-commerce marketplace. Pasalnya, UMKM kerap menghadapi masalah dalam membangun merek, membuat kemasan yang menarik, hingga mengakses pasar dan mendapatkan modal.

Untuk itu, Jokowi berpesan agar perusahaan e-commerce seperti Bukalapak dapat membantu mereka. Dengan demikian, toko-toko online di Indonesia tak lagi didominasi produk impor. “Jangan sampai kejadian ini terjadi. Marketplace kita, produknya itu justru dari luar,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri peringatan ulang tahun ke-9 Bukalapak, di Jakarta, Kamis (10/1) malam.

Jokowi mengapresiasi bagaimana Bukalapak telah membantu 4 juta UMKM berjualan online. Namun, jumlah itu masih minim dibanding total UMKM yang ada di Indonesia. "Bukalapak punya pekerjaan besar, (bagaimana membuat) 52 juta UMKM itu masuk,” kata Jokowi.

(Baca: Tokopedia dan Bukalapak Jadi Situs Belanja Paling Ramai di Akhir 2018)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait