Dituduh Menipu, Pengawas Bursa AS Tuntut Bos Tesla Mundur

Harga saham Tesla anjlok 13% ke level US$ 238 per saham setelah kabar mengenai gugatan SEC terhadap Musk beredar.
Desy Setyowati
28 September 2018, 11:41
Tesla Roadster
Instagram/@elonmusk
Tesla Roadster saat melaju di orbit Mars, Kamis (8/2).

Otoritas Pengawas Bursa Amerika Serikat (AS) atau Securities Exchange Committee (SEC) menuduh Chief Executive Officer (CEO) Tesla Inc Elon Musk melakukan penipuan (fraud). Cuitan Musk di Twitter yang menyebutkan rencana go-private Tesla dianggap menyesatkan dan mengindikasikan adanya penipuan (fraud). SEC bahkan menuntut agar Musk mundur dari jabatannya di perusahaan yang memproduksi mobil listrik dan baterai tersebut.

SEC mengajukan gugatan terhadap Musk ke Pengadilan Federal Manhattan, Kamis (27/9). Dalam gugatan tersebut, SEC menyebutkan, Musk mengeluarkan pernyataan yang tidak benar, menyesatkan, dan gagal dalam menginformasikan aksi korporasi perusahaannya kepada otoritas.

Bulan lalu, Musk melalui akun Twitternya @elonmusk mengatakan, ia mempertimbangkan Tesla untuk go-private dengan harga US$ 420 (per lembar saham) dan pendanaan untuk aksi korporasi tersebut sudah aman. Akun @elonmusk memiliki lebih dari 22 juta pengikut.

SEC mengatakan, pernyataan Musk tersebut salah dan menyesatkan. "Musk mengetahui atau tidak sadar jika setiap pernyataan tersebut salah dan menyesatkan karena ia tidak memiliki dasar fakta yang cukup terkait pernyataannya itu," kata SEC dalam gugatannya sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (28/9). Harga saham Tesla anjlok 13% ke level US$ 238 per saham setelah kabar mengenai gugatan SEC terhadap Musk beredar. 

Advertisement

Sepengetahuan SEC, Musk bertemu selama kurang dari satu jam dengan tiga perwakilan Public Investment Fund (PIF) di kantor pusat Tesla di Fremont, California, pada 31 Juli lalu. Perwakilan dari pengelola dana investasi pemerintah Arab Saudi tersebut berminat menjadikan Tesla perusahaan privat jika persyaratannya wajar.

Menanggapi gugatan itu, Musk mengatakan dalam pertemuan itu tidak ada kesepakatan atau ketetapan tertulis apapun terkait saham Tesla. Bahkan, ia tidak berkomunikasi lagi dengan perwakilan PIF tiga hari setelah mengunggah cuitannya di Twitter. Pada 24 Agustus lalu, Musk menyampaikan bahwa Tesla akan tetap menjadi perusahaan publik.

Untuk itu, Musk mengatakan dia tidak melakukan kesalahan apapun. Gugatan SEC membuat ia sedih dan kecewa. “Saya selalu mengambil tindakan demi kepentingan terbaik untuk kebenaran, transparansi, dan investor. Integritas adalah nilai terpenting dalam hidup saya dan fakta-fakta akan menunjukkan, saya tidak pernah mengkompromikan ini dengan cara apa pun," ujar Musk.

(Baca: Buntut Perang Dagang AS-Tiongkok, Tesla Bangun Pabrik di Shanghai)

 

 

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait