Akseleran Bidik Penyaluran Kredit Rp 1 Triliun di 2019

Akseleran menggandeng asosiasi pengusaha, e-commerce, hingga pengelola reksadana untuk menyasar lebih banyak peminjam maupun pemberi pinjaman.
Desy Setyowati
24 September 2018, 15:31
Akseleran
Akseleran
Tim Akseleran

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) menargetkan penyaluran dana investor mencapai Rp 1 triliun pada 2019. Jumlah tersebut tumbuh lima kali lipat dibandingkan target tahun ini yang sebesar Rp 200 miliar.

Co Founder & CEO Akseleran Ivan Nikolas Tambunan menyampaikan, perusahaannya bekerja sama dengan asosiasi pengusaha untuk mencapai target tersebut. Pekan lalu, perusahaan menandatangi kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (Hipmi Jaya). Lewat kesepakatan ini, para pelaku usaha yang tergabung di Hipmi Jaya bisa memeroleh pembiayaan dengan proses yang lebih mudah. "Setelah ini kami akan bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia," kata Ivan, di kantor baru Akseleran, di Sudirman Sahid Center, Jakarta, Senin (24/9).

Akseleran juga akan berdiskusi dengan Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) untuk membantu penyaluran pembiayaan dari lembaga tersebut. Apalagi, konsep pembiayaan LPDB-KUMKM sangat sesuai dengan Akseleran yang menyasar pengusaha skala menengah.

Saat ini, LPDB-KUMKM hanya menggandeng perusahaan teknologi finansial atau financial technology (fintech) pinjam-meminjam (lending) yang sudah beroperasi setahun di Indonesia. "Nah, 3 Oktober nanti kami genap setahun. Kami akan bicara lagi dengan mereka (LPDB-KUMKM)," ujar Ivan.

Advertisement

Akseleran juga menggandeng perusahaan e-commerce hingga pengelola reksadana untuk menyasar lebih banyak peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman (lender). "Kami sudah bekerja sama dengan Bukalapak lalu kami incar yang lainnya, seperti Tokopedia dan Lazada. Untuk reksadana kami bekerja sama dengan TanamDuit, dua bulan lagi jalan," kata Ivan. 

(Baca: Fintech Salurkan Pinjaman Rp 7,64 Triliun per Juni 2018)

Akseleran juga tengah berdiskusi untuk menjajaki kerja sama dengan perusahaan teknologi Moka, yang sebelumnya dikenal sebagai penyedia layanan point of sale (POS) atau sistem kasir berbasis komputasi awan (cloud computing). Kini, Moka menyediakan layanan solusi bisnis satu pintu (one stop solution), termasuk pinjaman lewat Moka Capital kepada UMKM. "Kami juga sudah diskusi dengan Warung Pintar," kata Ivan.

Secara keseluruhan, Akseleran sudah menyalurkan pinjaman Rp 115 miliar hingga 23 September 2018. Pinjaman itu diberikan kepada 250 peminjam sedangkan jumlah pemberi pinjaman mencapai 25 ribu. Ivan optimistis, target penyaluran pinjaman Rp 200 miliar bisa tercapai tahun ini.

Dari jumlah peminjam tersebut, 80% di antaranya memberikan jaminan berupa invoice atau kontrak kerja sama. Peminjam rata-rata bergerak di bidang minyak dan gas (migas), konstruksi, koperasi, real estate, dan retail. "Kami target jumlah peminjam 500-600 peminjam di 2018. Setengah di antaranya adalah peminjam baru," katanya.

Sementara itu, mayoritas pemberi pinjaman Akseleran adalah individu. Hanya 5% yang merupakan institusi, yaitu PT Indosurya Finance, PT Global Multi Finance Indonesia, dan PT Andalan Finance. "Ke depan, kami akan berbicara dengan beberapa perusahaan leasing lokal maupun asing  Dari Jepang sudah beberapa," ujarnya. Ia menargetkan, jumlah lender mencapai 42  ribu hingga akhir tahun ini.

(Baca: 4 Strategi Akseleran untuk Salurkan Kredit Rp 200 Miliar Tahun Ini)

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait