Pertengahan Bulan Ini, Alibaba Luncurkan Data Center di Indonesia

Kehadiran Alibaba Cloud, yang merupakan salah satu dari 5 besar pemain komputasi awan global, akan memperketat persaingan dengan pemain data center lokal.
Hari Widowati
9 Februari 2018, 13:27
Alibaba
Katadata

Alibaba Cloud, anak usaha Alibaba Group yang bergerak di bidang penyedia jasa data center berbasis komputasi awan (cloud computing), akan meluncurkan data center di Indonesia pada pertengahan bulan ini.

Kehadiran Alibaba Cloud, yang merupakan salah satu dari 5 besar pemain komputasi awan global, akan memperketat persaingan dengan para pemain data center lokal seperti Telkomsigma, GTN Data Center, PT XL Axiata Tbk (EXCL), Lintas Arta, dan lain-lain.

Aksi korporasi Alibaba Cloud ini diumumkan di halaman pertama situs perusahaan dan iklan bersponsor dari akun Alibaba Cloud di Instagram. Namun, perusahaan belum menyebutkan detail lebih lanjut mengenai data center tersebut. Dalam iklannya, Alibaba Cloud memberikan promosi berupa diskon 30% untuk pelanggan baru dan gratis transfer data sebesar 100 GB.

Saat ini, pemain terbesar dunia di bisnis komputasi awan adalah Amazon Web Services (AWS) dengan pangsa pasar di atas 30%, disusul Microsoft 12%, IBM 8%, Google sekitar 7%, dan Alibaba 5%. Menurut Wikibon, nilai pasar komputasi awan global akan tumbuh dari US$ 67 miliar pada 2015 menjadi US$ 162 miliar pada 2020.

Advertisement

Sementara itu, Indonesia Data Centre Provider Organization (IDPRO) memprediksi investasi di sektor data center domestik telah mencapai US$ 400 juta dan akan meningkat menjadi US$ 850 juta pada 2020.

Investasi di bisnis data center ini akan menyusul beberapa investasi Alibaba Group di sektor teknologi informasi di Indonesia. Pada Agustus 2017, Tokopedia mengumumkan telah mendapatkan suntikan modal dari Alibaba senilai US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Alibaba juga akan meluncurkan sistem pembayaran elektronik untuk Lazada Indonesia pada akhir tahun ini. Alibaba Group adalah pemegang saham mayoritas Lazada Group.

(Baca juga: Ditopang Alibaba, Lazada dan Tokopedia Dominasi Pasar E-Commerce 2017)

Sebenarnya Alibaba Cloud telah mengumumkan rencana untuk mendirikan dua data center baru di Asia, yakni di Mumbai, India dan Jakarta, Indonesia dalam Computing Conference di Shanghai, Tiongkok pada Juni 2017. Ekspansi ke dua negara ini merupakan kunci bagi Alibaba Cloud untuk memperkuat operasinya di Asia. Manajemen Alibaba Cloud menyebutkan, pembangunan dua data center ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan data center di kalangan perusahaan skala kecil dan menengah di Asia.

Perusahaan membuka data centernya di Mumbai pada Januari 2018, di sana Alibaba Cloud menggandeng Global Cloud Xchange (GCX), yang merupakan entitas dari Reliance Group, dan Tata Communications. Presiden Direktur Alibaba Cloud Simon Hu, mengatakan saat ini layanan perusahaan tersedia di 33 zona yang berada di 16 pusat ekonomi di dunia. Jangkauan perusahaan mencakup Tiongkok, Hong Kong, Singapura, Jepang, Australia, Timur Tengah, Eropa, India, dan Amerika Serikat (AS).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait