Rio Silaban, Eks Staf Sri Mulyani di Bank Dunia Jadi Komisaris Mandiri

Rionald adalah pejabat karier di Kementerian Keuangan. Jabatan terakhirnya adalah Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.
Image title
Oleh Hari Widowati
28 Agustus 2019, 22:25
Rionald Silaban, profil Rionald Silaban, komisaris bank mandiri, bank mandiri
Dok. Kementerian Keuangan
Rionald Silaban menjadi komisaris baru PT Bank Mandiri Tbk menggantikan Askolani. Rionald saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kemenkeu.

Rapat Umum Pemegang Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang berlangsung Rabu (28/8) memutuskan pergantian salah satu komisaris bank pelat merah tersebut. Rionald Silaban ditunjuk untuk menggantikan posisi Askolani, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.

Berikut ini susunan Dewan Komisaris Bank Mandiri:
Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Hartadi A Sarwono
Wakil Komisaris Utama: Imam Aprianto Putro
Komisaris: Rionald Silaban
Komisaris Independen: Bangun S Kusmulyono
Komisaris Independen: Goei Siauw Hong
Komisaris: Ardan Adiperdana
Komisaris Independen: Makmur Keliat
Komisaris: R Widyo Pramono

Siapakah Rionald Silaban? Ia adalah pejabat karier di Kementerian Keuangan. Pria kelahiran Pekanbaru, 23 April 1966 ini adalah sarjana hukum dari Universitas Indonesia. Ia mulai bekerja di Kemenkeu pada 1990.

Rionald melanjutkan pendidikan S2 di LLM Common Law Georgetown University, di Washington, Amerika Serikat (AS) pada 1993. Menurut keterangan di laman kemenkeu.go.id, karier Rionald berlanjut dan ia diangkat menjadi Kepala Bidang Perumusan Rekomendasi Pengelolaan Risiko Fiskal Badan Kebijakan Fiskal pada 2006.

Pada 2008, Rionald dipercaya menjadi Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal. Pada Januari 2012, ia dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi di Kemenkeu.

(Baca: Gelar RUPSLB, Bank Mandiri Angkat Rionald Silaban Jadi Komisaris)

Mengikuti Jejak Sri Mulyani di Bank Dunia

Ketika Sri Mulyani ditunjuk menjadi salah satu dari tiga direktur pelaksana Bank Dunia pada 5 Mei 2010, Rionald menjadi staf Sri Mulyani di lembaga keuangan global itu. Pada 2015, Rionald diangkat menjadi direktur eksekutif Bank Dunia. Ia mewakili konstituen yang terdiri atas sejumlah negara, termasuk Indonesia, Brunei Darussalam, Fiji, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Singapura, Thailand, Tonga, dan Vietnam.

Pada 2016, Sri Mulyani diminta kembali ke Indonesia oleh Presiden Joko Widodo dan menjadi menteri keuangan di Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani meninggalkan posisinya sebagai direktur pelaksana Bank Dunia dan menjalankan tugasnya sebagai pembantu presiden.

(Baca: Dilarang Jokowi, 7 BUMN Tetap Gelar RUPSLB Rombak Pengurus)

Rionald pun kembali ke Indonesia dan bertugas di Kementerian Keuangan. Pada 16 Desember 2016, ia dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional di Kementerian Keuangan.

Jabatan terakhir yang dipegangnya sejak 26 Juni 2018 adalah Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK). Badan ini berfungsi memberikan pelatihan teknis dan fungsional bagi para pegawai di Kementerian Keuangan.

Rionald juga dipercaya menjadi Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sejak Juni 2018. Lembaga ini mengelola dana abadi (endowment fund) sebesar Rp 60 triliun. Program kegiatan pendidikan di bawah lembaga ini antara lain adalah program beasiswa LPDP, pendanaan riset, dan rehabilitasi fasilitas pendidikan.

(Baca: Bank Mandiri Siap Salurkan Kredit untuk Bangun Ibu Kota Baru)

Video Pilihan

Artikel Terkait