Rupiah Makin Kuat, Indeks Bursa Saham Dibuka Naik 0,39%

IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya dan akan bergerak di kisaran 5.938–5.986 poin merespons penguatan yang terjadi pada indeks global.
Hari Widowati
16 November 2018, 10:00
Bursa saham
Arief Kamaludin|KATADATA
Bursa saham

Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke level Rp 14.600 pasca kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) memberi sentimen positif bagi pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya dan dibuka naik 0,39% ke level 5.978,84 poin pada perdagangan Jumat (16/11).

Analis PT BNI Sekuritas William Siregar dalam risetnya mengatakan, kenaikan suku bunga 7 Days Repo Rate (7DRR) sebesar 25 bps ke level 6% direspons positif oleh pelaku pasar. Investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) Rp 1,37 triliun pada penutupan perdagangan Kamis (15/11), ini merupakan net buy terbesar sepanjang pekan ini.

"Di akhir perdagangan minggu ini, kami memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya dan akan bergerak di kisaran 5.938–5.986 poin merespons penguatan yang terjadi pada indeks global, khususnya indeks Wallstreet," kata William. Selain itu, dialog perdagangan antara AS dan Tiongkok juga berpotensi mendorong penguatan indeks global lebih lanjut, termasuk IHSG.

Indeks Dow Jones pada Kamis (15/11) ditutup menguat 0,83% menjadi 25.289,27 poin. Indeks S&P 500 juga menguat 1,06% menjadi 2.730,2 poin. Adapun Indeks Nasdaq naik 1,72% menjadi 7.259,03 poin. Di Asia, Indeks Nikkei 225 dibuka melemah 0,52% menjadi 21.690,9 poin. Indeks Hang Seng juga melemah 0,77% menjadi 25.902 poin. Indeks Komposit Bursa Shanghai turun 0,27% menjadi 2.660,98 poin. Adapun Indeks Strait Times menguat 0,55% menjadi 3.071,79 poin.

Advertisement

Pergerakan IHSG pagi ini ditopang oleh laju 8 sektor. Indeks sektor agribisnis naik paling tinggi 1,02% disusul indeks sektor keuangan naik sebesar 0,81% dan indeks sektor pertambangan 0,74%. Indeks sektor infrastruktur naik 0,56% sedangkan indeks sektor perdagangan naik 0,45%. Indeks sektor properti dan konsumer hanya naik tipis, masing-masing 0,23% dan 0,05%. Sementara itu, indeks aneka industri turun 0,74% dan indeks sektor industri dasar turun 0,05%.

(Baca: Investor Tunggu Data Ekonomi, IHSG Dibuka Naik 0,86%)

Nilai transaksi perdagangan saham pagi ini mencapai Rp 1,62 triliun dengan volume transaksi 1,74 miliar saham. Sebanyak 205 saham naik, 92 saham turun, dan 120 saham stagnan. Investor asing mencatat net buy Rp 304,25 miliar di seluruh pasar. Saham-saham yang mencatat net buy investor asing, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 75,9 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 48,2 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 43,3 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 31,7 miliar, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 26,2 miliar.

Saham Semen Indonesia juga menjadi pemimpin top gainers dengan kenaikan 7,77% menjadi Rp 11.100. PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) menyusul dengan kenaikan 6,3% menjadi Rp 270. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di posisi ketiga dengan kenaikan 5,42% menjadi Rp 175.

Saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) menjadi top loser dengan penurunan 6,84% menjadi Rp 545. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) di posisi kedua dengan penurunan 5,83% menjadi Rp 226. PT Sanurhasta Mina Tbk (MINA) di posisi ketiga dengan penurunan 4,27% menjadi Rp 560.

(Baca: Kenaikan Bunga Acuan dan Rupiah Dorong IHSG Ditutup Menguat 1,66%)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait