Bank-bank BUMN Siapkan Satu QR Code Khusus untuk Nasabah

QR Code khusus Himbara ini juga akan meningkatkan efisiensi karena setiap kode ini bisa digunakan oleh nasabah dari seluruh bank anggota Himbara.
Image title
16 November 2018, 08:01
Go-Pay
Katadata/Desy Setyowati
Papan iklan yang memuat QR Code untuk bersedekah melalui Go-Pay di Stasiun Cikini, Jakarta, Kamis (24/5).

Bank-bank pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tengah menggodok konsep sistem pembayaran menggunakan teknologi kode respons cepat (QR Code) khusus Himbara. Teknologi ini akan mengakomodasi nasabah dari bank-bank Himbara untuk bertransaksi dengan satu QR Code yang sama.

"Kami dalam proses menggodok konsepnya (QR Code Himbara) dan nanti akan ditempatkan ke satu perusahaan yang terpisah dari bank," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (15/11).

Teknologi QR Code ini memberikan kemudahan untuk nasabah dalam bertransaksi karena fitur-fitur yang terdapat pada teknologi tersebut. Dengan QR Code, transaksi di berbagai gerai dapat dilakukan dengan satu aplikasi yang terintegrasi dengan kartu debit (tabungan) atau kartu kredit. QR Code khusus Himbara ini juga akan meningkatkan efisiensi karena setiap kode ini bisa digunakan oleh nasabah dari seluruh bank anggota Himbara.

Rencana Himbara tersebut sejalan dengan rencana Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang tengah membuat standardisasi sistem pembayaran QR Code ini. Namun, rencana QR Code Himbara sepertinya akan terealisasi lebih dulu dibanding dengan keluarnya standardisasi ASPI. "(Standardisasi) ASPI mungkin masih butuh waktu, bisa jadi kita duluan (yang keluarkan QR Code Himbara). Tapi nanti kita lihat, butuh penyesuaian lagi atau tidak," kata Tiko, panggilan akrab Kartika.

Advertisement

(Baca: Perbankan Berlomba-lomba Siapkan Investasi Jumbo di Bidang Teknologi)

ASPI masih membutuhkan waktu untuk memfinalisasi standardisasi QR Code karena mereka mempertimbangkan pro-kontra terhadap rencana ini. Tiko yang juga merupakan Dewan Pengawas ASPI, mengakui ada beberapa pendapat di perusahaan teknologi finansial (fintech) yang tidak menginginkan standardisasi nasional.

Secara umum, toko-toko yang menggunakan sistem transaksi QR Code idealnya hanya memiliki satu kode saja. Tinggal bagaimana industri perbankan dan fintech memanfaatkan promosi-promosi jika menggunakan tarnsaksi QR Code. "Menurut saya sih, kalau QR Code sudah standard, nanti bersaingnya kita di merchant diskon promo. Tools-nya bisa digunakan universal," kata Tiko.

Dengan hadirnya QR Code Himbara ini, Tiko menegaskan, bank-bank pemerintah tetap mengkaji kerja sama perbankan nasional dengan sistem pembayaran asing seperti WeChat Pay dan Alipay. Namun, keinginan Tiko adalah membangun kapabilitas sistem pembayaran nasional. "Karena kita yakin, sebenarnya kita harus jadi tuan rumah di negara kita sendiri," katanya.

(Baca: 20 Perusahaan Sudah Uji Coba, Standardisasi QR Code Dirilis Awal 2019

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait