Data Inflasi Oktober Sesuai Prediksi, IHSG Ditutup di Zona Hijau

Pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan atau Jumat (2/11) akan berada di level 5.820-5.900 poin.
Image title
1 November 2018, 19:07
Bursa
Arief Kamaludin | Katadata

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini sedikit bervariasi. Investor merespons positif data inflasi Oktober 2018 yang sesuai dengan ekspektasi sehingga IHSG berhasil ditutup menguat tipis 0,07% ke level 5.835,9 poin pada Kamis (1/11).

Pergerakan indeks sepanjang hari ini bervariasi karena sempat dibuka menguat hingga ke level 5.883,2 poin. Namun, menjelang penutupan perdagangan hari ini, IHSG malah terkoreksi dan sempat menyentuh angka 5.815,7 poin. Akhirnya, indeks tetap ditutup menguat pada detik-detik akhir perdagangan.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, penyebab fluktuasi pergerakan saham ini karena adanya apresiasi para pelaku pasar. Mereka mengapresiasi terkait dengan data makro ekonomi dalam negeri yang sesuai dengan ekspektasi. Contohnya, tingkat inflasi yang stabil dan membaiknya kondisi daya beli masyarakat. "Dibuktikan dengan data inflasi inti yang naik," kata Nafan kepada Katadata.co.id, Kamis (1/11).

Seperti diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan sebesar 0,28% pada Oktober 2018, berbalik dari kondisi deflasi dua bulan berturut-turut. Penyumbang inflasi adalah cabai merah, bahan bakar minyak (BBM), dan tarif sewa rumah.

Advertisement

Inflasi sepanjang Januari-Oktober (year to date) sebesar 2,22%, sedangkan secara tahunan (year on year) sebesar 3,16%. Berdasarkan komponennya, inflasi inti tercatat sebesar 0,17%, inflasi harga yang diatur pemerintah 0,07%, serta harga bergejolak sebesar 0,04%.

Sementara itu, Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan data inflasi yang dikeluarga BPS hari ini tidak berpengaruh pada pergerakan indeks dalam negeri. "Yang dipandang pasar saat ini, masih pergerakan (nilai tukar) rupiah," kata William. Berdasarkan kurs referensi (JIS-Dor) nilai tukar rupiah pada awal bulan ini menguat 0,21% menjadi Rp 15.195 per dolar AS. William memperkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan atau Jumat (2/11) akan berada di level 5.820-5.900 poin.

Nafan memperkirakan secara teknikal, support pertama maupun kedua untuk IHSG akan berkisar 5.806-5.777. Untuk resistance pertama maupun kedua IHSG akan bergerak di kisaran 5.874-5.912 poin. "Terlihat pola bearish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support," kata Nafan.

(Baca: Tren Bullish Berlanjut, IHSG Dibuka Menguat 0,75%)

Pada perdagangan hari ini, volume saham yang ditransaksikan mencapai 9,66 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,56 triliun. Investor asing kembali mencatat net buy sebesar Rp 1,17 triliun. Ini adalah net buy yang terjadi dalam 6 hari perdagangan secara berturut-turut.

Saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) memuncaki jajaran top gainers dengan kenaikan 24,58% menjadi Rp 446. Di urutan kedua, PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) dengan kenaikan 13,33% menjadi Rp 170. Di posisi ketiga, PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan kenaikan 6,25% menjadi Rp 2.380.

Di jajaran top losers, PT XL Axiata Tbk (EXCL) memimpin dengan penurunan 15,27% menjadi Rp 2.220. PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) di posisi kedua dengan penurunan 15,14% menjadi Rp 314. PT Yeloo Integra Datanet Tbk (YELO) di posisi ketiga dengan penurunan 9,82% menjadi Rp 496.

(Baca: Ditopang 4 Sektor, Indeks Bursa Menguat Tipis 0,02%)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait