Investor Apresiasi Kondisi Ekonomi, IHSG Kembali Tembus 5.800

Investor asing mencatat pembelian bersih senilai Rp 267,9 miliar pada perdagangan hari ini.
Image title
16 Oktober 2018, 18:04
Bursa Saham
Arief Kamaludin|Katadata

Investor domestik maupun investor asing gencar melakukan aksi beli sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,28% ke level 5.800,8 poin pada perdagangan Selasa (16/10). Investor mengapresiasi surplus neraca perdagangan dan kesuksesan penyelenggaraan Sidang Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia pada pekan lalu.

Analis PT Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan, para pelaku pasar kembali masuk pasar modal untuk berburu saham-saham yang harganya sudah cukup murah. "Investor membayar penurunan IHSG kemarin, domestik dan asing sama-sama intens beli hari ini," katanya kepada Katadata.co.id, Selasa (16/10). Investor asing mencatat pembelian bersih senilai Rp 267,9 miliar pada perdagangan hari ini.

Secara teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) dan Stochastic menunjukkan pelaku pasar dalam kondisi jenuh jual. Namun, volume beli masih minim sehingga pergerakan kedua indikator tersebut masih cenderung mendatar. Aditya juga mengatakan, IHSG dalam tahap konsolidasi saat ini. Hal itu terlihat dari level indeks dalam negeri yang dijaga di level 5.700 poin.

Sementara itu, Analis PT Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, penguatan IHSG hari ini didorong apresiasi para pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi makro yang stabil dan berkesinambungan. Data neraca perdagangan bulan September yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin mencatat surplus sebesar US$ 230 juta. "Ini di luar ekspektasi para pelaku pasar," kata Nafan. Di sisi lain, sentimen positif juga berasal dari euforia pelaku pasar terkait dengan penyelengaraan Sidang Tahunan IMF-Bank Dunia yang sukses. Hajatan internasional tersebut mampu meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.

Advertisement

Laju IHSG ditopang oleh hampir seluruh sektor. Indeks sektor konsumer naik paling tinggi 2,35% disusul indeks sektor infrastruktur yang naik 2,15%. Sedangkan indeks sektor agribisnis turun 0,68%. Total nilai transaksi saham pada perdagangan hari ini mencapai Rp 6,3 triliun dengan volume saham yang ditransaksikan 8,33 miliar saham. Sebanyak 200 saham naik, 195 saham turun, dan 112 saham stagnan.

Di Asia, Indeks Nikkei 225 ditutup menguat 1,25% menjadi 22.549,24 poin. Indeks Hang Seng naik tipis 0,07% menjadi 25.462,26 poin. Indeks komposit Bursa Shanghai turun 0,85% menjadi 2.546,33 poin sedangkan Indeks Strait Times Singapura turun 0,38% menjadi 3.034,31 poin.

(Baca: Investor Lokal Lakukan Aksi Jual, IHSG Melemah 0,5%)

Saham Lippo Group

Saham-saham perusahaan Lippo Group terlihat masih tertekan oleh kasus dugaan suap yang dilakukan petinggi grup tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi. Hingga penutupan perdagangan Selasa (16/10), saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) longsor sebesar 13,36% menjadi Rp 1.200 per saham dan menempati posisi top loser. Lippo Cikarang adalah induk usaha dari PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang proyek Meikarta di Cikarang, Bekasi.

Harga saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) juga rontok 5,52% menjadi Rp 274 sedangkan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun 2,37% menjadi Rp 165. Harga saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menguat 0,83% menjadi Rp 6.050 per saham.

Sementara itu, PT Natura City Developments Tbk (CITY) masih bertahan di posisi top gainer setelah harga sahamnya melejit 25% menjadi Rp 545 per saham. PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) berada di posisi kedua dengan kenaikan 10,53% menjadi Rp 630 per saham. Adapun PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 7,84% menjadi 2.200 per saham.

(Baca: Terseret Dugaan Suap Meikarta, Saham Lippo Group Anjlok)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait