HK Metals Bidik 3 Pasar Ekspor Baru Pasca IPO

HK Metals mendapatkan tawaran untuk memasok produknya ke pasar Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
Hari Widowati
20 September 2018, 16:55
Pabrik baja
Agung Samosir | Katadata

PT HK Metals Utama Tbk, produsen baja ringan dan aluminium, berencana melepas 1,47 miliar saham atau 40% dari modal disetor dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan membidik tiga pasar ekspor baru, yakni Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Australia sebagai bagian dari ekspansi bisnisnya pasca IPO.

HK Metals akan melepas sahamnya di kisaran Rp 190-Rp 230 per saham sehingga perseroan akan mengantongi dana segar Rp 278,5 miliar-Rp 337,18 miliar dari aksi korporasi tersebut. Direktur Utama PT HK Metals Utama Tbk William Ngasidjo Achmad mengatakan, sekitar Rp 90 miliar dari dana IPO akan dialokasikan untuk penyertaan modal pada entitas anak usahanya PT Handal Aluminium Sukses (HAS). Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan mesin-mesin baru bagi pabrik alumunium extrusion di Cirebon, Jawa Barat. Sisa dana IPO akan digunakan untuk modal kerja perusahaan.

Kapasitas pabrik HAS saat ini mencapai 750 ton dengan tiga mesin yang dimiliki. Pabrik baru tersebut diperkirakan mampu menampung hingga 13 mesin sehingga total kapasitas produksi aluminium extrusion bisa mencapai 3.250 ton. Pada April 2018, HAS telah memulai ekspor perdana ke Belanda.

"Permintaan aluminium lebih besar daripada baja. Dengan adanya trade war, pasokan aluminium dari Tiongkok ke AS dan Kanada terhenti sehingga kami mendapatkan tawaran untuk memasok ke sana," ujar Direktur Operasional HK Metals Yudhi Sudarmanto, dalam Due Diligence dan Public Expose IPO HK Metals, di Jakarta, Kamis (20/9). Selain AS dan Kanada, perseroan juga berencana mengekspor produknya ke Australia.

Advertisement

Tahun ini kontribusi penjualan ekspor terhadap total penjualan perusahaan diprediksi mencapai 20% dan akan ditingkatkan menjadi 30-35% pada 2019. Menurut Direktur Keuangan HK Metals Pratama Girindra, penjualan perseroan tahun ini ditargetkan mencapai Rp 935 miliar, tumbuh 80% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pesatnya pertumbuhan penjualan tersebut didorong oleh penyelesaian pabrik di Cirebon. Perseroan juga memperkirakan tahun ini bisa membukukan laba bersih sebesar Rp 82 miliar.

Head of Capital Market Investment Banking PT Trimegah Sekuritas Nurleni Febriana mengatakan, kisaran harga saham HK Metals mencerminkan price earning ratio (PER) 16-21 kali dari proyeksi laba 2018 dan 7,3 kali-9,4 kali dari proyeksi laba perusahaan pada 2019. Berdasarkan data RTI, kompetitor HK Metals seperti PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) memiliki PER negatif, masing-masing -16,32 kali dan -29,83 kali. Hal ini disebabkan kedua perusahaan tersebut membukukan rugi bersih masing-masing sebesar US$ 16,01 juta atau Rp 232 miliar dan Rp 24,45 miliar per 30 Juni 2018. Penawaran umum saham HK Metals akan dilaksanakan pada 1-3 Oktober 2018 sedangkan pencatatan saham di BEI akan dilakukan pada 9 Oktober 2018.

(Baca: Tunda IPO, Tokopedia dan Bukalapak Fokus Perluas Pasar)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait