Bangun 100 Toko Emas, Hartadinata Abadi Siapkan Rp 300 Miliar

Perseroan membidik beberapa daerah potensial untuk pembukaan gerainya di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.
Image title
3 Mei 2018, 20:55
Perhiasan
Katadata | Arief Kamaludin
Seorang wanita memajang perhiasan emas di sebuah toko perhiasan.

Produsen dan pengelola jaringan retail perhiasan emas, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), menyiapkan belanja modal Rp 300 miliar untuk membiayai ekspansi 100 gerai pada tahun ini. Perseroan membidik beberapa daerah potensial untuk pembukaan gerainya di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto mengatakan, pasar terbesar perseroan saat ini berada di Pulau Jawa tetapi Sumatra dan Kalimantan akan menjadi pasar potensial dengan pertumbuhan yang tinggi. Pada Mei 2018, Hartadinata akan membuka dua gerai di Madura serta beberapa gerai di Jakarta, Jambi, Jawa Tengah, dan Karawang. Pembukaan gerai tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menyongsong peningkatan permintaan perhiasan emas menjelang Lebaran. "Potensi permintaan perhiasan emas menjelang Lebaran bisa mencapai 60% dari target penjualan yang ditetapkan," kata Sandra, di Jakarta, Kamis (3/5).

Hartadinata menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 20% menjadi sekitar Rp 3 triliun pada 2018. Pada kuartal I 2018, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 736,14 miliar, meningkat 22,44% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih perseroan mencapai Rp 38,03 miliar, naik 28,57% dibandingkan dengan kuartal I 2017 sebesar Rp 29,58 miliar.

Saat ini, Hartadinata mendistribusikan produk perhiasan emas melalui 33 wholesaler, termasuk 600 lebih jaringan retail, dan 22 toko milik perusahaan. Sebelum mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan hanya memiliki outlet di Pulau Jawa. Setelah mendapatkan dana segar Rp 314,7 miliar dari IPO, perseroan mengembangkan bisnisnya ke beberapa kota, antara lain Medan, Batam, Palembang, Pontianak, Jakarta, Semarang, Solo, Bali, Surabaya, dan Makassar.

Advertisement

(Baca: Surya Pertiwi Incar Dana Rp 1 Triliun dari IPO)

Tahun lalu, Hartadinata membuka 11 toko perhiasan emas baru, yang terdiri atas 2 toko ACC milik sendiri dan 4 toko ACC dengan sistem waralaba di daerah Bandung, Jakarta, dan Batam. Selain itu, perseroan membuka 5 toko ACC dengan skema kerja sama dengan Matahari Department Store. Hartadinata juga membuka satu gerai Claudia Perfect Jewellery untuk pasar kalangan menengah atas, yang rencananya akan dikembangkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Perseroan memiliki 4 pabrik di Jawa Barat yang memproduksi perhiasan emas untuk distribusi ke seluruh Indonesia. Total produksi perhiasan dari keempat pabrik tersebut mencapai 747 kg per bulan. Utilisasi pabrik Hartadinata ini baru mencapai 30% dari total kapasitas produksi sebesar 2.500 kg per bulan.

Platform Digital

Hartadinata juga tengah menyiapkan platform digital e-commerce melalui situs www.hrta.store untuk mempermudah distribusi produk kepada wholesaler maupun retailer perhiasan emas. Melalui platform tersebut, konsumen lebih mudah memesan dan mendapatkan informasi mengenai desain produk perhiasan emas terbaru secara real time.

Perseroan mengalokasikan dana Rp 6,2 miliar untuk platform e-commerce tersebut. Dana tersebut berasal dari penawaran saham perdana perseroan tahun lalu. Realisasi penggunaan dana untuk saluran distribusi baru tersebut baru sebesar Rp 4,9 miliar atau 79% dari anggaran yang direncanakan.

"Untuk e-commerce, Hartadinata terus mengembangkan platform ini dengan rencana ke depan membuat platform digital untuk end consumers," kata Sandra. Namun sebelum rencana tersebut direalisasikan, perusahaan harus memastikan seluruh jaringan retail sudah tersebar merata di Indonesia sehingga proses pengiriman barang berjalan lebih cepat.

(Baca: Deretan E-commerce Siapkan Promo Ramadan dengan Diskon hingga 90%)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait