Lepas 30% Saham, Pizza Hut Segera Melantai di BEI

Pizza Hut akan menggunakan dana hasil IPO untuk ekspansi 100 gerai dalam dua tahun mendatang.
Image title
13 Maret 2018, 08:17
pizza
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Pizza raksasa disajikan oleh sebuah hotel di Malang.

PT Sarimelati Kencana, pengelola gerai Pizza Hut Indonesia, akan melepas 30% saham dalam penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Mei 2018. Perusahaan akan menggunakan dana hasil IPO untuk ekspansi 100 gerai dalam dua tahun mendatang.

Direktur Utama PT Sriboga Flour Mill Alwin Arifin mengatakan, perusahaan sudah menunjuk penjamin emisi untuk IPO tersebut. "Kami menunjuk CLSA Indonesia, Mandiri Sekuritas, dan CIMB Sekuritas," kata Alwin ketika ditemui di sela-sela kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), di Jakarta, Senin (12/3).

Sriboga merupakan induk usaha dari Sarimelati Kencana. Alwin mengatakan, perusahaan belum menetapkan berapa target dana yang akan diraih dari penawaran saham anak usahanya karena para penjamin emisi masih menghitung valuasi perusahaan.

Untuk membuka satu gerai Pizza Hut, perusahaan membutuhkan dana Rp 3 miliar-Rp 8 miliar. Dengan asumsi tersebut, ekspansi 100 gerai memerlukan dana Rp 300 miliar-Rp 800 miliar. Saat ini Sarimelati memiliki 400 gerai Pizza Hut di seluruh Indonesia.

Advertisement

Penawaran saham Sarimelati Kencana merupakan perubahan dari rencana awal Sriboga untuk melepas sahamnya di BEI. "Secara legal lebih complicated jika yang dilepas adalah saham Sriboga sehingga kami memutuskan untuk melepas saham pengelola Pizza Hut," kata Alwin. Pizza Hut menguasai sekitar 70% pasar pizza di Indonesia. Bloomberg sebelumnya menyebutkan valuasi IPO Sriboga bisa mencapai US$ 150 juta.

(Baca: Temui Dirut BEI, Go-Jek Ingin Pengemudi Jadi Pemilik Saham Saat IPO)

Sriboga Flour Mill dahulu dikenal dengan nama Sriboga Raturaya. Selain mengelola jaringan restoran Pizza Hut Indonesia, grup ini juga mengelola Pizza Hut Delivery (PHD) dan Marugame Udon. Di bisnis terigu dan turunannya, perusahaan memiliki PT Sriboga Flour Mill, PT Sriboga Bakeries Integra, dan PT Ratu Sima International. Produk terigu Sriboga telah menembus pasar Asia, yakni di Singapura, Malaysia, Filipina, dan Korea Selatan. Produk tepung roti dari Sriboga Bakeries juga dipasarkan di Jepang.

Di sektor logistik, perusahaan memiliki PT UD Sumber Rejeki. Sementara di bidang pendidikan dan properti, perusahaan memiliki IPMI International Business School.

BEI pada tahun ini menargetkan sekitar 35 perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya melalui IPO. Hingga Februari 2018, sudah ada dua emiten baru di BEI yakni PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) dan PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS). Sepanjang 2017, BEI mencatat ada 37 perusahaan yang menjadi emiten baru dengan total nilai IPO Rp 9,55 triliun. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait