Waskita Karya Bakal Raih Persetujuan Restrurisasi Utang Awal 2024

Patricia Yashinta Desy Abigail
22 Desember 2023, 11:15
Ilustrasi Waskita Karya.
KATADATA/Arief Kamaludin
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) optimistis bakal meraih persetujuan restrukturisasi utang dari kreditur bank maupun pemegang obligasi pada Januari 2024.

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) optimistis bakal meraih persetujuan restrukturisasi utang dari kreditur bank maupun pemegang obligasi pada Januari 2024. Persetujuan ini merupakan perkembangan terbaru dari peninjauan perjanjian restrukturisasi induk atau Master Restructuring Agreement (MRA).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Wiwi Suprihatno menyatakan perusahaan telah memperoleh persetujuan 17 kreditur dari total 21 kreditur perbankan. "Artinya, sudah 95% dari nilai outstanding utang bank Rp 26,4 triliun, MRA ini telah memperoleh persetujuan dari para lenders," kata Wiwi dalam paparan publik secara virtual, dikutip Jumat (22/12).

Wiwi menyebut persetujuan dari empat kreditur lainnya saat ini dalam proses. Ia optimistis finalisasi MRA bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. "Januari seluruh kreditur perbankan diharapkan memberi persetujuan term sheet yang perusahaan sampaikan dan segera memfinalisasi MRA," ujarnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan saat ini pemerintah memiliki strategi berbeda dalam restrukturisasi emiten jasa konstruksi tersebut. Erick menyatakan restrukturisasi WSKT merupakan bagian dari restrukturisasi seluruh perusahaan karya pelat merah.

Menurutnya, tahap pertama restrukturisasi tersebut adalah menciutkan jumlah perusahaan karya pemerintah. "Lalu perusahaan karya yang tersisa akan menjadi sister company dulu, baru setelah itu merger. Itu ada prosesnya," kata Erick di Waskita Rajawali Tower, Rabu (13/12).

Selain itu, Erick mengatakan pemerintah berencana menyuntik dana segar sekaligus merestrukturisasi WSKT. Strategi restrukturisasi terakhir adalah menjual aset WSKT kepada Indonesia Investment Authority atau INA.

Utang Jangka Panjang Mendominasi Liabilitas Waskita  

Perseroan sebelumnya menargetkan dapat menyelesaikan proses restrukturisasi pada akhir tahun 2023. Ermy Puspa Yunita, SVP Corporate Secretary Waskita Karya, mengatakan komunikasi dengan seluruh kreditur, stakeholders, dan Kementerian BUMN terus dilakukan untuk mendapatkan persetujuan agar proses restrukturisasi dapat segera diselesaikan.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, hingga September 2023 Waskita memiliki total liabilitas Rp 84,12 triliun, naik 1,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 83,99 triliun.

Dari kewajiban tersebut, utang jangka panjang mencapai Rp 61,95 triliun sedangkan utang jangka pendek yang harus dilunasi dalam waktu satu tahun mencapai Rp 22,15 triliun. Porsi terbesar utang jangka pendek adalah utang obligasi yakni Rp 6,57 triliun dan utang usaha Rp 6,2 triliun.

Sementara itu, porsi terbesar dari liabilitas jangka panjang adalah utang bank jangka panjang pihak berelasi Rp 27,87 triliun dan utang bank jangka panjang kepada pihak ketiga Rp 18,56 triliun. Adapun utang obligasi jangka panjang mencapai Rp 4,11 triliun dan sukuk mudharabah Rp 1,14 triliun.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...