Rekening Atas Nama Jokowi di HSBC Diduga Palsu

Foto yang disebarkan di media sosial itu diduga kuat palsu
Heri Susanto
22 Juli 2014, 14:18
hsbc1.jpg
KATADATA

KATADATA ? Sebuah foto dokumen kepemilikan rekening calon Presiden Joko Widodo di HSBC Hong Kong tengah beredar di media sosial. Namun, hasil pengecekan Katadata menunjukkan dokumen tersebut kemungkinan besar palsu. 

Foto itu disebarkan oleh Ketua Progres 98 Faizal Assegaf di dalam akun Facebooknya. Faizal selama ini dikenal sebagai pendukung calon presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya ia pernah juga menyebarkan transkrip percakapan telepon yang ia sebut terjadi antara Megawati dan Jaksa Agung Basrief Arief. Faizal mengatakan dalam percakapan itu, Megawati melobi Jaksa Agung agar tidak memeriksa Joko Widodo dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bus Trans Jakarta. Megawati dan Basrief Arief membantah transkrip itu. Bahkan, Megawati kemudian melaporkan Faizal ke polisi. 

Kali ini, Faizal menyebarkan foto dokumen rekening tersebut. Dokumen itu menyebutkan Joko Widodo memiliki simpanan uang dengan jumlah US$ 77,500. Dokumen itu juga lengkap dengan logo HSBC di pojok kanan atas. Tidak hanya di HSBC, Faizal menuding Joko Widodo dan istrinya Iriana Widodo juga memiliki sejumlah rekening lain di Singapura, Filipina, Yordania, Mongolia, Kepulauan Solomon dan Libanon. Jumlahnya 20 rekening dengan total mencapai US$ 8 juta. Sejumlah rekening tersebut, menurut Faizal, tidak dilaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Faizal kemudian berjanji akan menyerahkan data yang dimilikinya kepada KPU dan Bawaslu. 

Atas beredarnya dokumen tersebut, Katadata mencoba melakukan pengecekan terhadap rekening yang diduga dimiliki oleh Joko Widodo. Dari hasil penelusuran ditemukan ada beberapa keanehan terkait dokumen rekening itu. Salah satu yang tampak jelas adalah kesalahan dalam penulisan nama bank. Seharusnya nama bank adalah Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Limited. Tapi dalam dokumen yang tersebar di media sosial itu penulisan Shanghai salah dan menjadi Shangai. 

Selain itu, Katadata juga mencoba melakukan transfer ke nomor rekening yang tercantum di dokumen, namun ditolak dengan notifikasi bahwa informasi bank penerima tidak ditemukan. 

Advertisement

Customer Support HSBC yang dihubungi Katadata menjelaskan bahwa swift code atau kode bank yang dicantumkan dalam daftar transfer salah. Seharusnya transfer untuk ke Bank HSBC Hong Kong menggunakan swift code HSBCHKHHHKH bukan HSBCHKHHEDB. "Satu bank di satu negara kodenya harusnya sama, tidak berbeda," kata petugas HSBC yang dihubungi Katadata

Katadata juga mencoba menghubungi Senior Vice President, Head of External Communications HSBC Indonesia Mutiara Asmara. Namun telepon dan pertanyaan melalui pesan pendek belum mendapat respon. 

Dikonfirmasi soal tudingan kepemilikan rekening di luar negeri, Anis Baswedan, Juru Bicara calon Presiden Joko Widodo, mengaku belum mengetahui dan akan melakukan pengecekan. Anis mengimbau  agar semua pihak menjaga ketenangan dan tidak menyebarkan fitnah di hari penetapan pemenang pemilihan presiden. 

?Semua pihak harusnya menjalin keakraban dan legowo. Jangan menyebarkan fitnah,? kata Anies. 

 

Reporter:
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait