Teknologi ERP Bergeser ke Satelit

Tren penggunaan teknologi jalan berbayar di Jakarta tengah bergeser dari frekuensi radio ke navigasi satelit.
Nur Farida Ahniar
8 Februari 2017, 00:33

Sejumlah negara di dunia telah menerapkan jalan berbayar elektronik (electronic road pricing/ERP) untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Singapura, menjadi pelopor penerapan ERP berbasis teknologi Dedicated Short Range Communications (DSRC) pada 1998. Beberapa negara di Eropa, Swedia, Italia, Norwegia, Portugal, Yunani, Spanyol juga mengadopsi DSRC.

Seiring kemajuan zaman, beberapa negara menggunakan teknologi navigasi satelit (Global Navigation Satellite System). Jerman negara pertama yang menerapkan ERP berbasis GNSS (terhadap truk dan kendaraan berat) pada 2005. Sistem ini terbukti andal mendeteksi kendaraan berat yang melintas di jalan berbayar hingga 99,75 persen. Slovakia, Hungaria, Belgia, Rusia dan Swiss juga menggunakan GNSS.

Keandalan GNSS membuat negara-negara lain di Eropa dan Asia mulai melirik satelit. Bulgaria, Republik Ceko, Lithuania, Norwegia, Polandia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Denmark mulai mempertimbangkan GNSS sebagai solusi ERP di masa mendatang. Bahkan, Singapura sudah memutuskan menggunakan GNSS pada 2020 untuk menggantikan ERP berbasis DSRC.

Editor: Heri Susanto
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.