Kembali di Bawah Rp 14.000/$

Rupiah ditutup di level 13.800 per dolar AS pada perdagangan Rabu (7/10).
Heri Susanto
7 Oktober 2015, 20:26

KATADATA - Hanya dalam kurun waktu tujuh hari terakhir, nilai tukar rupiah menguat 6,2 persen dan meninggalkan level 14 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan di pasar spot Rabu ini (7/10), rupiah berada di level 13.821 per dolar AS atau menguat 2,95 persen. Ini merupakan penguatan rupiah harian terbesar sejak Mei 2012.

Penguatan dipicu oleh melemahnya nilai dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia. Pangkal masalahnya adalah rilis data ekonomi AS yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar sehingga memantik spekulasi penundaan kenaikan suku bunga AS hingga tahun depan.

Meski hampir semua mata uang negara-negara di kawasan Asia menguat, kurs rupiah menjadi mata uang yang menguat paling tinggi. Itu mengindikasikan, penguatan rupiah juga ditopang oleh faktor di dalam negeri. Antara lain, aliran dana asing yang masuk ke pasar modal, langkah beberapa BUMN besar mengerem pembelian dolar dan sentimen positif terhadap rencana pemerintah merilis paket kebijakan ekonomi jilid III untuk memacu daya beli masyarakat.

 

Catatan: Ekonografik ini merupakan hasil revisi dari sebelumnya. Perubahan dilakukan pada nilai persentase pada grafik batang di gambar ekonografik agar tidak terjadi kesalahan persepsi. 

Reporter: Leafy Anjangi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.