5 Manfaat Buah Apel untuk Ibu Hamil dan Kesehatan Anak

Berbagai penelitian telah mengungkap manfaat buah apel untuk ibu hamil, seperti meningkatkan kesehatan jantung dan mencegah terjadinya asma pada anak setelah lahir.
Image title
27 Oktober 2021, 13:52
Ilustrasi buah apel. Berbagai nutrisi di dalamnya berkontribusi dalam manfaat buah apel untuk ibu hamil
Unsplash/Priscilla Du Preez
Ilustrasi buah apel. Berbagai nutrisi yang terkandung berkontribusi dalam manfaat buah apel untuk ibu hamil

Selama masa kehamilan, kesehatan ibu dan janin sangat penting untuk diperhatikan. Memenuhi asupan gizi yang cukup dapat bermanfaat dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pola makan ibu hamil harus diatur agar seimbang.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang, ibu hamil membutuhkan zat gizi yang lebih banyak dibandingkan dengan keadaan tidak hamil. Hal ini disebabkan karena selain untuk ibu, zat gizi juga dibutuhkan bagi janin.

Janin tumbuh dengan mengambil zat-zat gizi dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu dan dari simpanan zat gizi yang berada di dalam tubuh ibu. Ibu hamil harus menambah jumlah dan jenis makanan yang dimakan untuk mencukupi kebutuhan bayi dan ibu.

Mengonsumsi buah-buahan saat hamil sangat baik untuk memenuhi asupan nutrisi. Dalam PMK No.14/2014 juga dijelaskan, buah berwarna merupakan sumber vitamin yang baik bagi tubuh dan buah yang berserat karena dapat melancarkan buang air besar sehingga mengurangi resiko sembelit.

Salah satu buah untuk ibu hamil yang memiliki serat dan vitamin adalah apel. Menurut data Departemen Pertanian Amerika Serikat, 100 gram apel mengandung 2.4 gram serat. Vitamin yang terkandung dalam apel antara lain adalah vitamin C dan vitamin B.

Beberapa manfaat buah apel untuk ibu hamil meliputi:

1. Mencegah terjadinya asma pada anak setelah lahir

Konsumsi apel selama kehamilan mungkin memiliki efek perlindungan terhadap perkembangan asma dan penyakit alergi pada anak setelah lahir, menurut publikasi dalam jurnal “Thorax” oleh S.M. Willers, dkk.

Anak yang lahir dari ibu yang makan apel sebanyak lebih dari empat apel dalam waktu seminggu, memiliki risiko 27% lebih rendah untuk mengalami sesak napas.

Ibu hamil yang mengonsumsi apel juga mengurangi sekitar setengah risiko asma pada anaknya dibandingkan ibu hamil yang makan sedikit apel atau tidak makan sama sekali.

Manfaat apel dalam mencegah asma diduga karena kandungan fitokimianya, seperti flavonoid. Flavonoid adalah senyawa polifenol dengan kapasitas antioksidan kuat dan dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa penyakit, termasuk asma.

Asupan apel bagi ibu hamil dapat bermanfaat bagi pertumbuhan anak, terutama dalam hal mencegah asma. Menurut sebuah artikel dalam jurnal “Nutrition”, apel dikaitkan dengan risiko asma yang lebih rendah dan peningkatan fungsi paru-paru.

2. Mendukung kesehatan jantung

Buah apel bermanfaat untuk mendukung kesehatan jantung. Apel adalah sumber polifenol dan serat, menurut Athanasios Koutsos, dkk. dalam jurnal “Nutrients”. Penelitian telah mengidentifikasi apel sebagai penurun risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung.

Studi lain yang dipresentasikan dalam acara Experimental Biology 2011 mengungkapkan, makan satu atau dua apel setiap hari dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung, karena apel kaya akan pektin yang menghambat penyerapan kolesterol di usus.

Dr. Lara A. Friel , MD, PhD dalam msdmanuals.com menjelaskan, kehamilan mengharuskan jantung bekerja lebih keras. Akibatnya, kehamilan dapat memperburuk atau menyebabkan gangguan jantung.

Menurut Mayo Clinic, kehamilan menekan jantung dan sistem peredaran darah. Selama kehamilan, volume darah ibu hamil meningkat dari 30 hingga 50 persen untuk memberi makan bayi yang sedang tumbuh.

Oleh sebab itu, mengonsumsi apel selama kehamilan sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung ibu hamil.

3. Menurunkan kolesterol

Saat hamil, kolesterol dalam darah menjadi naik. Menurut studi dalam “Obstetric Medicine” oleh Änne Bartels, dkk., peningkatan konsentrasi progesteron pada ibu hamil berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein).

Ahli gizi Carolyn Gundell dalam healthline.com menjelaskan, kadar kolesterol dapat naik sebanyak 25 hingga 50 persen selama trimester kedua dan ketiga. Kolesterol diperlukan untuk produksi dan fungsi hormon steroid, seperti estrogen dan progesteron.

Kolesterol juga berperan dalam perkembangan otak, anggota tubuh, dan sel bayi, serta menyediakan ASI yang sehat. Namun, pada tingkat tinggi, kolesterol dapat membentuk plak di dinding arteri jantung dan tubuh. Untuk mencegah hal tersebut, ibu hamil dapat mengonsumsi buah apel.

Manfaat apel untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah telah terbukti.

"Penelitian telah menjelaskan hubungan konsumsi buah apel dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, yang mungkin terkait dengan manfaat untuk menurunkan kolesterol dari serat larut yang ditemukan dalam apel," kata ahli gizi Sarah Gold Anzlovar, RDN dalam everydayhealth.com.

Menurut publikasi University of Illinois, serat larut membantu mencegah penumpukan kolesterol di lapisan dinding pembuluh darah, sehingga menurunkan kejadian aterosklerosis (pembatasan aliran darah di arteri akibat penumpukan plak) dan penyakit jantung.

Penelitian lain yang diterbitkan pada bulan Februari 2020 dalam “The American Journal of Clinical Nutrition” mengungkapkan, makan dua apel sehari membantu peserta penelitian menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida.

4. Menjaga kesehatan pencernaan

Dilansir dari laman University of Rochester Medical Center, hormon kehamilan dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Hormon progesteron menyebabkan relaksasi otot polos, sehingga menyebabkan relaksasi dan memperlambat pencernaan di lambung dan usus kecil dan besar.

Rahim yang mengembang juga dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Akibatnya, rahim dapat menekan atau bahkan memblokir bagian dari saluran pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan pergerakan makanan yang lambat dan sembelit.

Makan apel dapat membantu hal tersebut karena apel mengandung serat. Dari publikasi Harvard Health Publishing, asupan serat penting untuk membantu pencernaan ibu hamil. Serat membantu memperlambat pencernaan glukosa sehingga mampu mengontrol gula darah.

Dalam sistem pencernaan, serat larut menempel pada partikel kolesterol dan mengeluarkannya dari tubuh, sehingga membantu mengurangi kadar kolesterol secara keseluruhan dan risiko penyakit jantung.

5. Meningkatkan kekebalan tubuh

Menurut publikasi Stanford Medicine dalam med.stanford.edu, sistem kekebalan wanita berubah selama kehamilan. Studi mengungkapkan, terdapat pengaturan waktu alami untuk kekebalan tubuh ibu hamil.

Pengaturan waktu tersebut dapat membantu dokter memprediksi kelahiran prematur. Para ilmuwan melihat bahwa sel pembunuh alami dan neutrofil juga meningkat selama kehamilan.

Untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh, ibu hamil dapat mengonsumsi apel. Kandungan serat larut dalam apel memiliki manfaat untuk meningkatkan imunitas.

Merujuk pada penelitian dalam “Brain, Behavior, and Immunity Volume 24, Edisi 4”, serat larut membantu mengubah sel-sel kekebalan yang pro-inflamasi menjadi anti-inflamasi.

Hasilnya, terjadi peningkatan kekebalan tubuh. Vitamin C dalam buah apel juga dapat berperan untuk kekebalan tubuh.

Sebuah tinjauan yang diterbitkan pada bulan November 2017 dalam jurnal “Nutrients” menemukan, vitamin C membantu fungsi sistem kekebalan tubuh dengan memperkuat penghalang epitel (sejenis jaringan) terhadap patogen dan menjaga tubuh dari stres oksidatif.

Demikian manfaat buah apel untuk ibu hamil serta kesehatan anak. Kandungan buah apel terbukti bermanfaat melalui berbagai penelitian.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait