Garuda Perluas Jaringan Distribusi Kargo di Daratan Eropa

Garuda memperluas layanan logistik darat dari Amsterdam, Belanda ke berbagai kota di Eropa seperti Paris, Brussel, London, Frankfurt, Madrid, dan Vienna.
Image title
24 November 2021, 21:10
Garuda
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.
Pekerja membawa Envirotainer berisi vaksin Covid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021).

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjalin kerja sama bersama jasa penyedia layanan logistik darat Wallenborn Transports S.A. Maskapai nasional itu ingin mengoptimalkan jaringan pengiriman kargo, khususnya di wilayah Eropa.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, melalui kerja sama tersebut, perseroan bisa menghadirkan layanan integrasi pengiriman kargo melalui udara dan darat secara satu atap (one stop service).

Layanan tersebut dapat menghubungkan pendistribusian kargo dari Amsterdam, Belanda menuju ke berbagai kota di Eropa seperti Paris, Brussel, London, Frankfurt, Madrid, Vienna dan berbagai kota besar lainnya yang dilayani melalui jalur darat.

Irfan mengatakan, kerja sama ini merupakan upaya Garuda Indonesia untuk memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa. Untuk layanan ini, Garuda mematok harga kompetitif, durasi pengiriman singkat, dan ditunjang oleh layanan yang seamless sehingga kualitas produk akan lebih terjaga.

"Kerja sama ini kami harapkan akan semakin mendorong pertumbuhan sektor UMKM," ujar Irfan melalui siaran pers, Rabu (24/11).

Kerja sama tersebut diharapkan juga meningkatkan daya saing produk ekspor unggulan nasional di pasar internasional. Setidaknya, kolaborasi ini menjembatani pemenuhan kebutuhan penyediaan layanan logistik dengan harga yang kompetitif.

Dengan pertumbuhan pengiriman komoditas unggulan nasional ke Eropa Irfan optimis kerja sama ini akan dapat meningkatkan sektor bisnis ekspor nasional. "Khususnya kargo umum maupun produk perishable (barang mudah rusak) unggulan Indonesia. Salah satunya biji coklat dari Bali ke pasar Eropa," ujar Irfan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor nasional pada September 2021 Indonesia naik 47,64 % dibandingkan tahun lalu. Sehingga, Garuda Indonesia berkomitmen mengoptimalkan konektivitas jaringan penerbangan kargo internasional.

"Dalam rangka mendukung kegiatan ekspor komoditas unggulan dan UMKM melalui aktivitas pengembangan jaringan guna menggeliatkan kembali ekonomi nasional,” kata Irfan.

Sebelumnya, Garuda Indonesia menyediakan akses angkutan produk ekspor untuk mendukung industri garmen dan sektor usaha menengah kecil mikro (UMKM). Jenis yang diangkut antara lain, 25 ton produk garmen ke Dubai, Uni Emirat Arab serta 12 ton komoditas buah ke Shanghai dan Guangzhou, Tiongkok.

Garuda menyediakan angkutan pengiriman 25 ton produk garmen dari Sukabumi, Bogor, dan Semarang menuju Dubai. Selain itu, sebanyak 12 ton komoditas Manggis dari Bali menuju Shanghai dan Guangzhou.

Pengangkutan garmen siap pakai dilayani dari Jakarta menuju Dubai dengan penerbangan khusus charter pada 24 Oktober 2021. Sementara itu, pengiriman Manggis dari Bali menuju Shanghai dan Guangzhou diterbangkan dengan penerbangan regular pada pertengahan Oktober.

"Pengiriman kedua komoditas unggulan tersebut dilayani dengan menggunakan armada B777-300 ER yang memiliki kapasitas daya angkut hingga 40 ton pada setiap penerbangannya," kata Irfan.

Menurut dia, ini merupakan upaya perusahaan dalam menyediakan layanan penerbangan demi meningkatkan daya saing produk ekspor nasional. Pada akhirnya, hal ini dapat percepatan pemulihan ekonomi nasional.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait