Bank Banten Kelola Pendapatan Pemprov Banten Rp 13 Triliun pada 2022

Bank Banten akan mengelola pendapatan Pemprov Banten senilai Rp 13 triliun. Perusahaan berharap, sejumlah kabupaten dan kota menjadikan Bank Banten sebagai mitra.
Image title
25 November 2021, 19:25
Bank Banten
Website Bank Banten
Ilustrasi Pelayanan Terhadap Nasabah di Bank Banten

PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Banten untuk mengelola dana pendapatan daerah senilai Rp 13 triliun pada 2022. Pendapatan jumbo tersebut bisa dicapai dengan menggandeng sejumlah pihak.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Banten Opar Sohari mengatakan, walau masih dalam pandemi Covid-19, pihaknya siap mengejar target pendapatan dengan nilai jumbo tersebut. Hal ini dapat dicapai dengan kerja sama antara Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten, Jasa Raharja, Polda, dan Bank Banten.

"Kami dapat mencapai target pendapatan pada tahun 2022 sebesar Rp 13 triliun. Kemandirian kami ada di peringkat kedua setelah DKI Jakarta," kata Opar dalam siaran pers yang diterima Katadata.co.id, Kamis (25/11).

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin bersyukur atas dukungan dari Pemprov Banten tersebut dan akan menjaga sebaik-baiknya kepercayaan tersebut.

Advertisement

Ia berharap, sejumlah daerah bisa menjadikan Bank Banten sebagai mitra utamanya. Daerah yang diharapkan tersebut seperti Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kota Tangerang Selatan.

"Kemajuan Bank Banten tentu akan memberikan dampak pada pertumbuhan daerah," kata Agus.

Agus mengatakan, Bank Banten tengah menjalankan berbagai langkah strategis untuk menuju transformasi digital. Hal ini untuk menghadirkan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Harapannya, Bank Banten bisa meraih kepercayaan masyarakat.

Seperti diketahui, Bank Banten baru saja mendapat tambahan modal Rp 618 miliar dari hasil penerbitan 8 miliar saham baru melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Meskipun PT Banten Global Development selaku pemegang saham pengendali tidak berpartisipasi, dana yang terhimpun pada rights issue ini melampaui target yang dicanangkan dalam rencana bisnis bank (RBB).

"Kami menargetkan dana rights issue sebesar Rp 600 miliar. Perolehan dana publik pada rights issue naik 92,8% dibanding perolehan dana pada rights issue sebelumnya pada 4 Januari 2021," kata Agus.

Emiten berkode saham BEKS ini memperoleh pendanaan publik pada penawaran umum terbatas sebelumnya senilai Rp 320,5 miliar.

Agus menilai pendanaan ini merupakan bentuk kepercayaan investor terhadap Bank Banten. Hal ini memotivasi manajemen untuk memacu kinerja Bank banten agar dapat meraih laba dan memberi dampak terhadap pembangunan ekonomi Banten.

"Dana yang diperoleh akan digunakan untuk penyaluran kredit sekitar 65% serta penguatan struktur keuangan perseroan sekitar 35%,” kata Agus.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait