OJK: Induk Usaha Shopee Ikut Akuisisi Bank Mayora, Porsinya Minoritas

OJK mengatakan, BNI tetap menjadi pemegang saham mayoritas dalam akuisisi Bank Mayora.
Image title
14 Desember 2021, 18:39
Bank Mayora, BNI, Sea Group
BNI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan proses PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengakuisisi PT Bank Mayora akan rampung tahun depan. Dalam proses akuisisi ini BNI menggandeng induk usaha Shopee, Sea Ltd, dengan bank pelat merah tersebut sebagai pemegang saham utama.

"Rencananya sudah ke mana-mana, prosesnya tinggal sedikit lagi," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana ketika ditemui di Jakarta, Selasa (14/12).

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo mengatakan Sea Ltd Singapura akan menjadi pemegang saham Bank Mayora, hanya saja porsinya kecil. Dengan begitu, Sea Ltd hanya menjadi pendukung saja seperti untuk kolaborasi.

"BNI nanti (jadi pemegang saham) mayoritas. Sea Ltd (punya saham) kecil, hanya support saja," kata Slamet Edy.

Meski begitu, ia tidak menjabarkan lebih detail terkait besaran porsi kepemilikan BNI dan Sea di Bank Mayora. Slamet memperkirakan proses akuisisi ini akan rampung tahun depan.

Katadata berupaya mengkonfirmasi proses akuisisi ini kepada Direktur Utama BNI Royke Tumilaar. Meski begitu hingga berita ini ditulis, Royke belum merespons pesan singkat Katadata.

Pada kesempatan sebelumnya, Royke mengatakan, langkah akuisisi bank kecil untuk menolong usaha kecil dan menengah (UKM) dari jeratan pinjaman online. "Kami punya visi agar bank digital ini fokus untuk UKM, terutama yang tradisional," katanya dalam webinar pada Senin (22/11).

Royke mengatakan, bank milik pemerintah ini ingin mengakuisisi lembaga keuangan dengan teknologi tinggi tapi dengan biaya yang relatif murah. Bank digital ini akan menjangkau banyak target pasar yang belum terjamah oleh BNI.

Dengan bantuan teknologi di bank digital, biaya operasional BNI bisa murah dan efisien. Karena itu, suku bunga kredit bisa ditekan oleh BNI, tidak seperti suku bunga yang ditetapkan oleh pinjaman online.

"Sehingga akan membantu UKM yang punya potensi untuk tumbuh. Karena mesin pertumbuhan masa depan masih diharapkan dari segmen UKM," kata Royke.

Selain itu, dengan bank digital yang menjamah lebih banyak UKM, inklusi keuangan menjadi cepat tumbuh. Masyarakat yang terlayani oleh perbankan pun akan terus bertumbuh.

Inisiatif digital BNI bukan hanya mengakuisisi bank untuk dijadikan bank digital semata. Secara organik, BNI terus mendigitalisasi proses bisnis bank konvensionalnya melalui mobile banking untuk nasabah ritel dan BNI Direct untuk nasabah wholesale.

BNI juga terus mengembangkan aplikasi pemrograman antarmuka alias application programming interface (API). Hal ini dilakukan agar bisa berkolaborasi dengan banyak ekosistem digital.

Pada periode Januari-September 2021, perusahaan berkode saham BBNI membukukan laba bersih konsolidasi Rp 7,45 triliun. Capian tersebut melonjak 79,3% dibanding tahun sebelumnya yang hanya 4,31 triliun. Berikut grafik Databoks:

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait