Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Di hadapan ratusan siswa SMA Unggul Del janji itu disampaikan Penasihat Senior Kantor Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean. “Saya berjanji kalian akan selalu menemukan mitra dan sahabat di Singapura. Horas…Horas… Horas!” ujarnya disambut tepuk tangan riuh para siswa dan orang tua murid. 

Janji itu disampaikan Teo dalam bahasa Indonesia, meski di awal ia menyampaikan pidatornya dalam bahasa Inggris. Chairman Temasek Holdings ini didapuk menjadi salah satu pembicara dan memberikan motivasi kepada sekitar 150 calon wisudawan dan sekitar 180 siswa baru, pada Sabtu pagi, 11 Juli 2026. 

Berlokasi di Sitoluama, Kecamatan Laguboti, Toba, Sumatera Utara, SMA unggulan ini didirikan oleh Luhut bersama istrinya, Devi Pandjaitan. Terletak di tepian Danau Toba yang sejuk, boarding school ini dirintis sejak 25 tahun silam untuk memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak miskin di kawasan Toba. 

Teo berpesan kepada para siswa agar memenuhi harapan yang telah dititipkan oleh para orang tua dan guru-guru mereka. “Saya tahu, ini juga harapan dari Bapak Luhut dan Ibu Devi,” ujarnya. Luhut yang tampak terharu, langsung memeluk erat sahabat lamanya ini ketika kembali ke kursinya. 

Kedua tokoh senior ini memang sudah bersahabat lama. Bahkan, ketika pada 2013 lalu Luhut harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Singapore General Hospital (SGH) akibat stroke, Teo ikut andil membantunya. Di rumah sakit tertua dan terbesar di Singapura ini, Luhut bahkan dirawat di ruang khusus yang pernah digunakan oleh mendiang Lee Kuan Yew, pendiri Singapura. 

Saat mendapat giliran berpidato, Luhut membukanya dengan cerita persahabatan di antara mereka. Setidaknya ada tiga pekerjaan besar negara yang mereka rampungkan bersama: perjanjian ekstradisi, persetujuan Flight Information Region (FIR), dan perjanjian kerjasama pertahanan. 

“Ketiganya kami selesaikan bersama-sama,” ujar Luhut setelah prosesnya mandek 15 tahun lamanya. “Ini menjadi catatan sejarah hubungan kami.”

Hasil kesepakatan itu sangat strategis bagi kedua negara. Apalagi Singapura hingga tahun lalu pun selalu tercatat sebagai negara dengan nilai investasi terbesar di Indonesia.

Itu sebabnya, pengumuman kesepakatan secara langsung disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura di The Sanchaya Resort Bintan, Kepulauan Riau, pada 25 Januari 2022, saat pandemi Covid-19 masih menghantui. 

Luhut dan Teo boleh dibilang merupakan dua sosok sentral di masing-masing pemerintahan. Meski saat itu Luhut menjabat sebagai Menko Maritin dan Investasi, rupa-rupa urusan dipercayakan Presiden Jokowi kepadanya. Begitu pula Teo. 

Di pemerintahan, ia pernah menduduki sejumlah jabatan menteri di bidang Lingkungan Hidup, Pendidikan, Pertahanan, Dalam Negeri, Menko Keamanan Nasional, hingga Wakil Perdana Menteri. Sebelum memasuki ranah politik, politisi senior yang telah menjadi anggota parlemen sejak 1992 ini pernah menjabat sebagai Kepala Angkatan Laut Singapura (1991-1992). 

Kini selain sebagai penasihat senior kantor PM Singapura, ia menjabat Chairman Temasek Holding, perusahaan investasi global milik pemerintah Singapura dengan rekor nilai portofolio bersih Sin$ 518 miliar atau sekitar Rp 7.200 triliun. Nilai ini hampir sepertiga PDB Indonesia.

Diplomasi Dua Sahabat

Di Toba, pertemuan dua sahabat ini lagi-lagi memiliki nilai penting ketika hubungan yang terjalin lama di antara kedua negara tetangga di ASEAN ini terusik. 

Artikel berjudul "Sell Indonesia’ Sweeps Trading Desks as Prabowo Tightens Grip" yang dilansir Bloomberg pada 5 Juni 2026 menjadi salah satu pemicunya. Tulisan ini menyitir pernyataan George Boubouras, Kepala Riset di perusahaan pengelola dana investasi K2 Asset Management. 

George menyatakan telah keluar dari Indonesia dan tidak lagi memiliki portofolio investasi seperti telah dilakukannya selama beberapa dekade. “Perdagangan terbesar di Asia adalah ‘Sell Indonesia’,” ujarnya. 

Singapura terkena getahnya dan menjadi sasaran emosi netizen Indonesia. Penyebabnya, artikel ini juga ditayangkan oleh Straits Times, Singapura, dan beredar luas. Sebagai balasan, muncul sentimen anti-Singapura lewat ungkapan ‘Sell Singapore’

Ketegangan ini memperburuk ‘retak’ hubungan Indonesia-Singapura yang sebelumnya sempat muncul. Salah satunya, ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada April lalu mengeluarkan pernyataan sensitif tentang wacana pengenaan pajak bagi kapal yang melintas di Selat Malaka, seperti Iran memberlakukannya di Selat Hormus. 

Meski kemudian Purbaya mengklarifikasi bahwa pernyataan itu sebatas pengandaian dan bercanda, Menlu Singapura Vivian Balakrishnan dan Menlu Malaysia Mohamad Hasan sempat menanggapi. “Hak bagi semua kapal untuk melintas,” ujar Vivian seperti dikutip the Edge. “Kami tidak akan menutup, menghalangi, atau memberlakukan biaya tol di kawasan sekitar kami.”

Hubungan kedua negara kembali ‘panas-dingin’ ketika belakangan mencuat isu manipulasi nilai dan harga jual ekspor komoditas Indonesia melalui praktek under-invoicing dan transfer-pricing. Presiden Prabowo Subianto menyebutkan, kerugian Indonesia akibat praktik curang ini selama puluhan tahun mencapai Rp 15.400 triliun. 

Sebagai tindak lanjutnya, Menkeu Purbaya menyatakan sedang menyelidiki indikasi permainan ekspor itu, yang ditengarai lewat Singapura. Untunglah isu retak hubungan ini segera sirna, ketika Presiden Prabowo dan PM Lawrence Wong bertemu dalam Leaders’ Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, pada 6 Juli lalu. 

Kedua pemimpin menyepakati 26 Nota Kesepahaman (MoU) baru yang mencakup sektor energi, perdagangan, investasi, ekonomi digital, lingkungan hidup, kesehatan, dan pengembangan kawasan industri. Di dalamnya, termasuk dua kesepakatan penting soal ekspor listrik ke Singapura yang selama ini tak kunjung jelas nasibnya. 

Pertama, penyusunan peta jalan (roadmap) perdagangan listrik lintas batas. Kedua, kerja sama Danantara dengan tiga raksasa energi Singapura, yakni Keppel, Sembcorp, dan Singapore Energy Interconnections, untuk proyek ekspor listrik hijau. "Capaian-capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalamnya kerja sama kita," ujar Prabowo seusai pertemuan. 

Luhut dan Teo Chee Hean

Luhut dan Teo Chee Hean (Katadata/Metta Dharmasaputra)

Merajut Tali Persahabatan

Kedatangan Teo ke Toba yang didampingi Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng—empat hari setelah pertemuan kedua pemimpin negara di Jakarta—kian menguatkan upaya untuk mempererat kembali tali persahabatan kedua negara. 

Luhut memang sejak lama mengajak sahabatnya itu untuk bertandang ke tanah kelahirannya. “Saya gembira akhirnya bisa datang ke sini,” ujar Teo. 

Selain ke SMA Unggulan Del, Teo diajaknya melihat Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Pollung, Humbang Hasundutan, yang berjarak sekitar 72 km dari sekolah itu. Di areal seluas 15 hektare ini dibangun pusat riset terpadu untuk tanaman herbal dan hortikultura. 

Di dalamnya mencakup riset genomik, pengembangan benih unggul, dan hilirisasi produk tanaman herbal, antara lain untuk antikanker, antimalaria, dan antidiabetes. “Research center TSTH2 is my dream,” ujar Luhut saat menyampaikan sambutan.

Untuk mendukung penelitian genome sequencing berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memetakan urutan susunan DNA beragam tanaman itu, Luhut pun melengkapinya dengan super komputer berkecepatan tinggi. Sistem komputasi dengan unit pemrosesan grafis (GPU) NVDIA jenis H200 dan dua buah jenis B200 terbaru, telah ditempatkannya di Data Center Institut Teknologi Del, yang tak jauh dari SMA Unggul Del. 

Dengan total performa sistem komputasi sekitar 176 petaFLOPS yang dimilikinya, maka IT Del kini menjadi pemilik superkomputer dengan kecepatan dan daya pemrosesan tertinggi di Indonesia. Sejumlah kampus ternama di Tanah Air, seperti ITB, UGM, UI, dan IPB bahkan jauh tertinggal. Performa sistem komputasinya tak lebih dari 10 petaFLOPS. 

Teo, yang didampingi sejumlah pakar dan peneliti Singapura, menyambut baik rencana kerjasama antara kedua institusi. “Yang paling menarik, sepertinya genome sequencing terhadap durian,” ujarnya disambut tawa para hadirin. 

Bibit yang ditanam Luhut sejak seperempat abad lalu, rupanya sudah mulai berbuah. Yanti Manurung, siswa lulusan SMA Del pada 2012, kini bahkan telah terbang jauh. Gadis kecil dari keluarga miskin di kawasan Toba ini, telah menjadi seorang neuroscientist di Beijing Genomic Institute. 

Pendidikan Ph.D pun kini tengah ditempuhnya di Chinese University Hong Kong, setelah jenjang S2 ditamatkannya di Nortwestern University, salah satu kampus terbaik di Amerika Serikat.

Kepada adik-adiknya di SMA Unggul Del yang hari itu diwisuda dan diinagurasi sebagai siswa baru, ia berpesan agar mereka dapat memanfaatkan teknologi AI secara optimal dan berani bermimpi, untuk menjadi presiden sekalipun. 

Luhut dan Teo Chee Hean

Pendiri SMA Unggul Del Luhut Binsar Pandjaitan dan Penasihat Senior Kantor PM Singapura Teo Chee Hean dalam inaugurasi SMA Unggul Del, Sumatera Utara, pada Sabtu (11/7). (Katadata/Metta Dharmasaputra)

Teo tersenyum mendengarnya dan memberikan tepuk tangan untuknya. Ketika himne SMA Unggul Del dengan syahdu dinyanyikan para siswa, Teo pun tampak larut. Berkali-kali ia mengabadikan sejumlah momen dengan telepon seluler miliknya. 

Luhut yang duduk di sampingnya, juga tampak menahan haru. Sesekali ia mengedip-ngedipkan matanya sambil menengadah. Perjuangan panjangnya selama seperempat abad mengentaskan anak-anak miskin agar bisa mengenyam pendidikan dan mengejar mimpi sudah membuahkan hasil. 

Kini lulusan SMA Unggul Del tersebar di berbagai universitas terbaik di dalam dan luar negeri. Dari sekitar 150 siswa angkatan XII yg diwisuda, sebanyak 140 siswa telah diterima di berbagai universitas, antara lain di AS, Inggris, Kanada, Belanda, Tiongkok, Australia, Hong Kong, dan berbagai universitas ternama di dalam negeri."Bukan tidak mungkin, akan lahir para ilmuwan peraih Nobel dari Toba," ujarnya.

Dari tepian Toba, mimpi dan persahabatan telah disemai. Selembar kain ulos yang disampirkan Luhut kepada Teo di pengujung acara, menjadi penanda pengikat hubungan kekerabatan dan persaudaraan yang kian erat di antara keduanya. Juga bagi kedua negara. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini