Tiga Jurus Jitu Erick Thohir Dongkrak Kesejahteraan Nelayan

Erick juga mengatakan, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki juga mendorong koperasi ini bisa menjadikan tempat menyalurkan BBM. Pastinya dengan data yang detail dan jelas.
Image title
Oleh Hadi S
21 Juli 2022, 17:57
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan paparan pada Kuliah Umum Tokoh Nasional di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (5/7/2022). Kuliah Umum tersebut membahas "Kolaborasi BUMN dan Perguruan Tinggi dalam Men
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan paparan pada Kuliah Umum Tokoh Nasional di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (5/7/2022). Kuliah Umum tersebut membahas "Kolaborasi BUMN dan Perguruan Tinggi dalam Menciptakan Generasi Digital yang Tangguh di Era Disrupsi".

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan ada tiga cara jitu mendongkrak kesejahteraan nelayan. Salah satu di antaranya adalah dengan sistem koperasi. 

Dilansir dari liputan6.com, menurut Erick Thohir, dengan pembentukan koperasi, alur pemberian subsidi solar diharapkan lebih tepat sasaran. Sebab menurutnya pendataan dari koperasi lebih rapi. 

"Makanya tadi saya menawarkan bagaimana para nelayan membentuk koperasi,” kata Erick Thohir pada wartawan usai Munas IV Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) 2022 di Jakarta, Selasa (19/7). 

Erick juga mengatakan, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki juga mendorong koperasi ini bisa menjadikan tempat menyalurkan BBM. Pastinya dengan data yang detail dan jelas. 

“Jangan sampai nanti di-drop tahunya tidak untuk nelayan, dipakai buat orang lain lagi," kata Erick. 

Catatannya, jangan sampai BBM yang harusnya buat nelayan malah dipakai oleh perusahaan besar. 

Kemudian poin kedua, Erick juga mendorong pengembangan ekonomi dari ibu-ibu nelayan. Dia menawarkan PNM Mekar untuk ibu-ibu tersebut menunjang tambahan pemasukan bagi keluarganya. 

Nantinya, ibu-ibu nelayan ini jadi kekuatan ekonomi tambahan.  “Total pembiayaan sampai Rp1,6 triliun,” ujarnya. 

Dari total pendanaan PNM Rp 40 triliun, jumlah itu masih terlalu kecil. “Perlu ditingkatkan lagi," katanya. 

Selanjutnya, Erick juga meminta nelayan untuk mulai melakukan budidaya ikan sehingga bisa memberikan pendapatan tambahan. 

Dia menyebut, ikan hasil budidaya bisa lebih dikonsolidasikan. Baik dari jenis ikan, hasil laut hingga ukuran ikan. 

"Ini tiga hal yang kami dilakukan," ujar Erick.

(Tim Riset Katadata)

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...