7 Fakta Mengejutkan tentang Efek Salah Penyimpanan pada Kualitas Herbal
Efek salah penyimpanan pada kualitas herbal bisa berdampak langsung terhadap manfaat, rasa, hingga keamanan konsumsi herbal. Kamu mungkin tidak menyadari, bahwa cara menyimpan jahe, kunyit, temulawak, atau daun beluntas di rumah bisa menjadi penentu apakah herbal tersebut menyembuhkan atau justru merugikan tubuhmu.
Disadur dari situs pafipckabbanyuwangi.org, bahwa dalam dunia herbal, kualitas adalah segalanya. Dan penyimpanan adalah kuncinya.
1. Apa yang Dimaksud dengan Kualitas Herbal yang Menurun?
Kualitas herbal menurun ketika senyawa aktif yang ada di dalam tanaman tidak lagi berfungsi optimal. Hal ini terjadi karena perubahan fisik, kimia, atau mikrobiologis yang disebabkan oleh kondisi penyimpanan yang tidak tepat. Misalnya, berdasarkan penelitian dari Universitas Trunojoyo Madura, suhu penyimpanan terlalu tinggi menyebabkan minuman herbal cabe jamu cair kehilangan kestabilan warna dan rasa (Ulya et al., 2020).
2. Jenis Kerusakan yang Terjadi Akibat Penyimpanan yang Salah
Kamu perlu tahu bahwa kerusakan herbal bukan hanya dari luar, tetapi dari dalam. Dari studi oleh Politeknik Negeri Lampung (2024), herbal seperti jahe, temulawak, dan kunyit yang disimpan terlalu lama mengalami oksidasi senyawa aktifnya. Oksidasi ini menyebabkan berkurangnya efektivitas antiinflamasi dan antioksidan yang biasanya diandalkan dalam pengobatan tradisional.
3. Faktor yang Paling Mempengaruhi Stabilitas Herbal
Beberapa faktor yang memicu penurunan kualitas herbal antara lain: kelembapan udara, suhu, cahaya, dan jenis kemasan. Menurut Choironi & Wulandari dari Universitas Jenderal Achmad Yani, 93 persen produk herbal instan mengalami penurunan efektivitas jika tidak disimpan sesuai standar pasca panen. Penelitian itu membuktikan bahwa sinar matahari langsung dan kemasan plastik bening adalah musuh utama kualitas herbal.
4. Teh Herbal Daun Beluntas
Kamu mungkin suka teh herbal dari daun beluntas, tapi tahu kah kamu bahwa berdasarkan riset Universitas Negeri Malang (2021), teh herbal beluntas mengalami penurunan mutu drastis setelah tiga minggu disimpan dalam plastik biasa di suhu kamar? Nilai mutunya turun dari 60.4 menjadi 47.2 hanya dalam tiga minggu. Artinya, manfaat minumanmu tinggal setengahnya!
5. Herbal Tradisional dan Cara Penyimpanan yang Benar
Beberapa contoh herbal Indonesia dan tips penyimpanannya:
- Jahe (Zingiber officinale) disimpan di tempat sejuk, hindari plastik, lebih baik dibungkus kertas.
- Kunyit (Curcuma domestica) disimpan dalam bentuk kering di wadah kedap udara.
- Temulawak (Curcuma zanthorrhiza) disimpan dalam bentuk irisan kering di tempat gelap.
- Daun Beluntas (Pluchea indica) cocok disimpan dalam bentuk teh kering dengan kemasan alumunium foil.
6. Data dari Penelitian Lokal yang Harus Kamu Ketahui
Penelitian dari Universitas Hasanuddin (2021) menyebutkan bahwa penyimpanan herbal berbentuk cair tanpa pendinginan menyebabkan degradasi vitamin C hingga 56 persen dalam 14 hari. Penelitian lain dari Universitas Lampung pada telur herbal menunjukkan penurunan berat dan kualitas hanya dalam 10 hari penyimpanan pada suhu ruang (Fahlevi et al., 2022).
7. Tips Memastikan Herbalmu Tetap Berkualitas
Kamu bisa menjaga herbal tetap berkualitas dengan:
- Mengeringkan herbal secara sempurna sebelum penyimpanan.
- Menghindari kelembapan dengan menyimpan dalam wadah kedap udara.
- Menjauhkan herbal dari sinar matahari langsung.
- Menyimpan dalam suhu ruangan yang stabil atau lemari pendingin bila perlu.
Pentingnya Penyimpanan yang Tepat untuk Menjaga Kualitas Herbal
Pertama, efek salah penyimpanan pada kualitas herbal bukan sekadar soal tampilan. Kamu harus paham bahwa herbal bisa kehilangan khasiatnya dalam hitungan hari bila disimpan secara asal-asalan. Dalam herbal, waktu adalah segalanya, dan suhu bisa jadi musuh terbesarmu.
Kedua, penelitian lokal dari berbagai perguruan tinggi di tanah air menunjukkan bahwa kualitas herbal sangat sensitif terhadap lingkungan penyimpanannya. Mulai dari pengaruh kelembapan, cahaya, hingga jenis kemasan, semuanya berperan dalam menentukan seberapa efektif herbal itu saat digunakan.
Ketiga, Kamu sebagai pengguna herbal aktif harus mulai sadar bahwa kualitas kesehatanmu ditentukan sejak kamu menyimpan herbal di rumah. Mulai sekarang, simpan herbalmu dengan cara yang benar. Jangan biarkan kesalahan kecil berdampak besar pada efektivitas dan keselamatanmu.
