Cara Cerdas Bedakan Herbal Asli dan Palsu agar Tak Tertipu

Tak semua produk herbal di pasaran asli. Yuk, kenali cara membedakan herbal asli dan palsu agar kamu tak tertipu dan tetap dapat manfaat kesehatannya secara maksimal.
Septiani Teberlina
Oleh Septiani Teberlina - Tim Publikasi Katadata
22 April 2025, 11:45
Herbal asli kaya manfaat. Tapi hati-hati, banyak tiruannya di pasaran!
Dok. PAFI
Herbal asli kaya manfaat. Tapi hati-hati, banyak tiruannya di pasaran!
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Apakah kamu sering membeli herbal untuk kesehatan, baik itu berupa jamu, suplemen, atau tanaman herbal langsung? Mungkin kamu belum tahu, ada cara membedakan herbal asli dan palsu yang penting untuk kamu pelajari.

Pasalnya, tidak semua produk herbal yang beredar di pasaran memiliki kualitas yang baik atau bahkan mengandung bahan yang sesuai dengan klaimnya. Agar tidak tertipu, ada beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk memastikan keaslian produk herbal yang kamu beli.

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan tanaman herbal, dan banyak orang yang percaya manfaatnya untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Namun, dengan maraknya produk herbal di pasaran, kamu harus tahu cara membedakan yang asli dan yang palsu.

Artikel yang disadur dari pafiilath.org ini akan membahas secara mendalam mengenai cara-cara tersebut, sehingga kamu bisa membeli herbal yang benar-benar bermanfaat bagi kesehatan tanpa khawatir terjebak dengan produk yang tidak aman.

1. Kenali Bentuk Fisik Herbal yang Asli
Salah satu cara membedakan herbal asli dan palsu adalah dengan melihat bentuk fisiknya. Herbal asli biasanya memiliki tekstur, warna, dan bau yang khas. Misalnya, pada tanaman herbal seperti jahe atau kunyit, kamu akan merasakan perbedaan dari segi tekstur kulit dan aroma yang khas jika dibandingkan dengan produk palsu yang sering kali dibuat dengan bahan sintetis. Produk herbal palsu seringkali memiliki bentuk yang lebih rapi dan seragam, sementara produk asli cenderung lebih bervariasi.

Universitas Gadjah Mada (UGM) pernah melakukan penelitian tentang kualitas produk herbal di Indonesia dan menemukan bahwa banyak produk palsu yang memiliki kandungan bahan sintetis yang jauh berbeda dengan bahan alami. Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa bahan alami sering kali lebih rapuh dan mudah rusak.

2. Perhatikan Label dan Kemasan Produk Herbal
Cara kedua untuk membedakan herbal asli dan palsu adalah dengan memeriksa label dan kemasan produk. Produk herbal yang asli pasti akan mencantumkan informasi yang jelas mengenai bahan yang digunakan, tanggal kadaluarsa, serta nomor registrasi dari badan yang berwenang.

Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin edar untuk produk yang telah terjamin keamanannya. Pastikan kemasan produk memiliki nomor registrasi BPOM atau label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) jika produk tersebut mengklaim sebagai produk halal.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Airlangga menunjukkan bahwa sebagian besar produk herbal palsu sering kali tidak memiliki label yang jelas atau informasi yang mencurigakan, seperti tanggal kadaluarsa yang tidak tercantum atau nomor registrasi yang tidak valid.

3. Lakukan Uji Coba Sederhana di Rumah
Jika kamu ingin cara membedakan herbal asli dan palsu yang lebih praktis, kamu bisa melakukan uji coba sederhana di rumah. Misalnya, untuk herbal seperti jahe atau kunyit, kamu bisa mencoba merebusnya dengan air panas. Herbal asli akan mengeluarkan warna alami yang lebih terang dan aroma yang khas. Jika warnanya pucat atau aromanya sangat lemah, kemungkinan besar produk tersebut palsu.

Menurut sebuah penelitian dari Universitas Brawijaya, produk herbal asli akan lebih mudah mengeluarkan senyawa aktif ketika dipanaskan atau direbus. Sebaliknya, produk palsu yang banyak mengandung bahan sintetis tidak akan menghasilkan aroma atau warna alami seperti herbal asli.

4. Cek Sumber Pembelian Herbal
Cara lain untuk memastikan keaslian produk herbal adalah dengan memeriksa sumber pembeliannya. Hindari membeli produk herbal dari tempat-tempat yang tidak jelas atau tidak terdaftar secara resmi. Belilah produk herbal dari apotek terpercaya, toko herbal yang sudah dikenal, atau situs e-commerce yang menyediakan informasi lengkap tentang produk dan penjual.

Studi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan bahwa banyak produk herbal yang tidak terjamin kualitasnya beredar di pasar gelap atau melalui saluran distribusi yang tidak resmi, yang sering kali menawarkan harga lebih murah namun kualitasnya diragukan.

5. Pelajari Kandungan Aktif dalam Herbal
Setiap produk herbal yang berkualitas tinggi pasti mengandung senyawa aktif yang diketahui memiliki manfaat tertentu. Misalnya, dalam produk herbal yang mengandung ekstrak daun sirsak, senyawa aktif yang terdapat di dalamnya adalah acetogenins, yang telah banyak diteliti manfaatnya dalam melawan kanker. Pastikan produk yang kamu beli mencantumkan kandungan senyawa aktif ini pada labelnya. Produk palsu sering kali tidak menyertakan informasi ini atau hanya mencantumkan bahan yang tidak relevan.

Penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran mengungkapkan bahwa banyak produk herbal palsu yang tidak memiliki kandungan aktif sesuai klaim atau bahkan mengandung bahan kimia berbahaya.

6. Perhatikan Harga yang Ditawarkan
Harga juga bisa menjadi indikator untuk mengetahui apakah sebuah produk herbal itu asli atau palsu. Produk herbal asli biasanya dijual dengan harga yang sesuai dengan kualitasnya. Jika harga terlalu murah dibandingkan dengan harga pasaran, kemungkinan besar produk tersebut adalah produk palsu. Herbal asli membutuhkan proses pemeliharaan yang lebih cermat dan biaya yang lebih tinggi untuk ekstraksi, sehingga harga yang sangat murah seharusnya sudah mencurigakan.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Universitas Hasanuddin, sebagian besar konsumen yang membeli produk herbal palsu tertipu dengan harga yang sangat murah dan klaim yang menggiurkan.

7. Cek Testimoni dan Ulasan Pengguna Lain
Cara terakhir untuk membedakan herbal asli dan palsu adalah dengan membaca testimoni atau ulasan dari pengguna lain. Jika banyak orang yang telah mencoba produk tersebut dan merasakan manfaatnya, maka bisa jadi produk tersebut memang asli dan efektif. Namun, jika banyak testimoni negatif atau bahkan tidak ada sama sekali, sebaiknya kamu waspada dan mempertimbangkan untuk mencari produk herbal lain yang lebih terpercaya.

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Jakarta pernah melakukan riset yang menunjukkan bahwa ulasan pengguna bisa memberikan gambaran mengenai kualitas produk herbal. Produk herbal yang berkualitas tinggi biasanya mendapatkan ulasan yang positif dan banyak penggemarnya.

Pentingnya Memilih Sumber Herbal yang Terpercaya
Membedakan herbal asli dan palsu memang bukan hal yang mudah, tetapi dengan memahami beberapa cara di atas, kamu bisa lebih bijak dalam memilih produk yang berkualitas. Herbal asli memiliki keunikan dalam bentuk fisik, aroma, dan rasa, serta mengandung bahan-bahan yang benar-benar bermanfaat bagi kesehatan tubuhmu. Selain itu, pastikan kamu memeriksa kemasan, label, dan sumber pembelian produk sebelum memutuskan untuk membelinya.

Ingat, meskipun produk herbal sering dianggap lebih alami dan aman, tetap penting untuk membeli dari sumber yang terpercaya dan memastikan bahwa produk tersebut telah teruji dengan baik. Jangan mudah tergiur dengan harga murah atau klaim yang berlebihan tanpa bukti yang jelas.

Dengan mengenali cara-cara membedakan herbal asli dan palsu, kamu akan lebih aman dalam memilih produk herbal yang benar-benar berkualitas. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang ingin mendapatkan manfaat dari herbal tanpa harus khawatir tentang keasliannya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...