Penelitian Buktikan Jahe Merah dan Sereh Efektif Redakan Gejala Flu Secara Alami
Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap efek samping obat kimia, ramuan herbal kembali menjadi pilihan utama dalam menangani berbagai penyakit ringan, termasuk flu. Salah satu kombinasi herbal yang kini mendapat perhatian besar adalah jahe merah dan sereh.
Keduanya tidak hanya dikenal akan aroma dan rasa hangatnya, tetapi juga terbukti secara ilmiah memiliki khasiat dalam meredakan gejala flu sebagaimana dilansir dari situs web pafibanjarlama.org.
Flu yang disebabkan oleh infeksi virus umumnya menimbulkan gejala seperti demam, batuk, tenggorokan gatal, dan hidung tersumbat. Kondisi ini sering kali mengganggu aktivitas harian dan menurunkan produktivitas.
Namun, berbagai penelitian dari perguruan tinggi di Indonesia menunjukkan bahwa jahe merah dan sereh mampu membantu tubuh pulih lebih cepat dari flu.
Penelitian dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada misalnya, menunjukkan bahwa jahe merah mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol yang memiliki sifat antiinflamasi dan antivirus.
Sementara itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat bahwa sereh mengandung sitral dan geraniol yang juga bersifat antimikroba serta mampu mempercepat pemulihan dari infeksi saluran pernapasan.
Selain mampu meredakan peradangan, kombinasi kedua bahan ini terbukti dapat menurunkan demam secara alami.
Jurnal penelitian dari Universitas Airlangga mencatat bahwa jahe merah memiliki efek antipiretik yang membantu menurunkan suhu tubuh saat demam, sedangkan sereh berfungsi menstimulasi tubuh untuk berkeringat sehingga suhu tubuh turun secara bertahap tanpa efek samping seperti mengantuk.
Manfaat lain yang tak kalah penting adalah kemampuannya dalam meredakan batuk dan tenggorokan gatal. Riset dari Universitas Padjadjaran menunjukkan bahwa gingerol dalam jahe merah dapat bekerja sebagai ekspektoran alami yang membantu mengeluarkan lendir dari tenggorokan.
Sementara sereh memiliki kemampuan antimikroba yang mempercepat penyembuhan infeksi di saluran pernapasan atas.
Duet jahe merah dan sereh juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian dari Universitas Brawijaya menyebutkan bahwa konsumsi jahe merah secara rutin dapat mendorong produksi sel darah putih yang berperan penting dalam melawan infeksi.
Sementara itu, sereh dikenal dapat mengurangi stres oksidatif yang merupakan salah satu penyebab menurunnya sistem imun saat flu menyerang.
Cara memanfaatkan kedua tanaman ini pun sangat sederhana. Cukup dengan merebus dua ruas jahe merah dan dua batang sereh dalam 500 ml air selama 10–15 menit, lalu menambahkan sedikit madu, ramuan herbal ini bisa dikonsumsi dua kali sehari saat flu menyerang.
Adapun untuk pencegahan, cukup diminum 2–3 kali seminggu. Selain dalam bentuk minuman, jahe merah dan sereh juga bisa ditambahkan dalam masakan berkuah seperti sup untuk menjaga kebugaran tubuh secara alami.
Kombinasi jahe merah dan sereh bukan sekadar ramuan tradisional, melainkan solusi alami berbasis bukti ilmiah. Keduanya menjadi contoh bagaimana tanaman lokal yang mudah ditemukan dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengobatan alami, ramuan ini patut menjadi bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.
