Bahlil Minta Wejangan ke Sri Sultan: Melanjutkan Perjuangan Partai Golkar

Menurut Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, pertemuan dengan tokoh-tokoh bertujuan untuk mewujudkan transformasi ilmu dari era dahulu kepada generasi penerus.
Anshar Dwi Wibowo
Oleh Anshar Dwi Wibowo - Tim Publikasi Katadata
19 Mei 2025, 06:41
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, Minggu, 18 Mei 2025.\
Dok Istimewa
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, Minggu, 18 Mei 2025.\
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Minggu (18/5).

Bahlil yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini didampingi sejumlah petinggi Partai Golkar, diantaranya Sekretaris Jenderal Sarmuji, Bendahara Umum Sari Yuliati, Wakil Ketua Umum (Waketum) Adies Kadir, Waketum Wihaji, dan Ketua Bidang Kebijakan Hukum dan HAM Christiani Aryani.

Dalam pertemuan tersebut, Bahlil mengatakan meminta wejangan kepada Sri Sultan yang juga pernah menjabat sebagai ketua Golkar DIY.

“Kami melakukan silaturahmi dengan Sri Sultan. Selain beliau adalah gubernur, tokoh bangsa, Pak Sri Sultan ini adalah mantan ketua Golkar DIY, tiga periode. Jadi kami minta wejangan, minta nasihat,” ujar Bahlil di Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta di Bantul, Yogyakarta, Minggu (18/5/2025). 

Menurut pria kelahiran Banda, Maluku Tengah ini, merupakan hal yang wajar apabila seorang junior mendatangi senior untuk meminta nasihat langsung. Hal ini, lanjut Bahlil, sudah menjadi tradisi di Partai Golkar.

“Kami ingin merajut kembali apa yang telah dilakukan oleh para senior kami di Golkar pada zaman dahulu. Setiap datang ke daerah harus ketemu dengan tokoh-tokoh Golkar yang lama,” ucap Bahlil.

Bahlil menjelaskan, pertemuan dengan tokoh-tokoh juga bertujuan untuk mewujudkan transformasi ilmu dari era dahulu kepada generasi penerus. 

“Kami ini kan generasi baru yang harus melanjutkan tongkat estafet perjuangan Partai Golkar,” tegas Bahlil.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...