APRIL Soroti Pentingnya Kolaborasi dengan Masyarakat dalam Ketahanan Iklim

APRIL Group menegaskan komitmennya terhadap transisi hijau inklusif melalui kolaborasi dengan masyarakat.
Sahistya Dhanesworo
Oleh Sahistya Dhanesworo - Tim Publikasi Katadata
16 Oktober 2025, 17:45
IISF 2025
IISF
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Komitmen sektor swasta terhadap pembangunan berkelanjutan kembali mendapat sorotan dalam gelaran Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025. Salah satu yang menonjol adalah APRIL Group, produsen kertas PaperOne, yang menegaskan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat sebagai fondasi ketahanan iklim di Indonesia.

Dalam sesi diskusi bertajuk “Growing Sustainable Companies in the Energy Transition: Raising Green Capital to Drive Meaningful Transformation,” APRIL berbagi pengalaman bagaimana praktik bisnis berkelanjutan dan investasi hijau dapat memperkuat adaptasi iklim di tingkat komunitas.

Dalam pemaparannya, APRIL menegaskan bahwa transisi hijau tidak dapat dilepaskan dari peran masyarakat.

Di area operasionalnya di Pangkalan Kerinci, Riau, perusahaan menerapkan pendekatan berbasis komunitas yang berfokus pada peningkatan kesadaran, adaptasi terhadap risiko iklim, dan percepatan aksi melalui dukungan pendanaan internal.

Salah satunya adalah program “1 dolar per ton”, di mana perusahaan mengalokasikan satu dolar untuk setiap ton kayu yang dipasok ke pabrik. Dana tersebut digunakan untuk mendukung proyek konservasi dan kemitraan dengan masyarakat di sekitar area konsesi.

Melalui skema ini, APRIL turut menjaga sekitar 30.000 hektare hutan alam di luar area operasionalnya, sekaligus mempercepat penerapan solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang memberi manfaat sosial dan lingkungan secara langsung.

Selain itu, APRIL juga menginisiasi Program Desa Bebas Api  yang kini mencakup hampir 1 juta hektare wilayah desa. Program ini lahir dari temuan bahwa banyak masyarakat masih menggunakan api sebagai alat termudah dan termurah untuk membuka lahan.

Dengan memberikan alternatif pengelolaan lahan yang lebih aman dan produktif, program ini terbukti menurunkan insiden kebakaran hingga lebih dari 90 persen di wilayah binaan.

Head of Sustainability Operations APRIL Group Aldo Johnson mengatakan bahwa keberhasilan inisiatif ini hanya akan tercapai dengan pelibatan aktif masyarakat.
“Kami menyadari bahwa jika masyarakat tidak ditempatkan sebagai pusat dari proses transisi menuju ketahanan iklim, maka perjalanan itu tidak akan bermakna,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dan pendekatan yang inklusif, APRIL menunjukkan bagaimana pelaku industri dapat berperan dalam mendorong transformasi menuju masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Indonesia International Sustainability Forum (ISF) adalah sebuah ajang kolaboratif yang mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor guna mendorong investasi, dekarbonisasi, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Forum tahunan ini menghadirkan lebih dari 12.500 peserta dari 61 negara, menjadi wadah berbagi praktik terbaik dan memperkuat kemitraan strategis menuju masa depan hijau yang inklusif. ISF 2025 juga sukses menghasilkan 13 nota kesepahaman (MoU) di berbagai sektor mulai dari energi bersih, kelautan, karbon, kehutanan, hingga infrastruktur hijau.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...