AgenBRILink Riau Beri Layanan 'Jemput Bola', Bangun Kedekatan dengan Warga
Riau – Tri Wenita, pemilik AgenBRILink “Mulia Motor”, bercerita awal mula usahanya adalah bidang ekspedisi dan bengkel kecil di Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Lantaran makin banyak nasabah, ia memilih fokus di bidang keuangan dengan mempertahankan nama usaha lamanya.
“Dulu banyak pelanggan ekspedisi yang ingin membayar paket tapi tidak membawa uang tunai, saat itu mereka hanya bawa kartu ATM. Kemudian, lama kelamaan makin banyak yang isi saldo rekening, tarik tunai di sini,” kenang perempuan yang kerap disapa Wenny tersebut.
Dari peluang sederhana itu, ia memutuskan untuk fokus menjadi mitra AgenBRILink dengan melayani berbagai kebutuhan warga, seperti menabung, transfer uang, hingga melayani pembayaran berbagai tagihan.
Kini, sebagian besar pelanggannya merupakan pelaku usaha sawit, pinang, dan kelapa yang rutin bertransaksi dengan volume mencapai puluhan kali per hari.
Komitmen untuk terus berinovasi dan menjangkau lebih banyak masyarakat juga mendorong Wenny untuk menerapkan sistem jemput bola, yakni dengan mendatangi pelanggan dan membantu mereka menyetorkan uang hasil penjualan tanpa harus meninggalkan tempat usaha.
“Untuk nasabah tertentu, kami layani dengan sistem jemput bola. Misalnya toko-toko sembako yang ingin setor uang hasil penjualan. Jadi mereka tidak perlu meninggalkan toko untuk datang ke tempat kami. Ini juga kita lakukan untuk membangun kepercayaan dan kedekatan dengan warga sekitar,” tuturnya.
Berkat ketekunan yang ia bangun sejak awal, AgenBRILink “Mulia Motor” kini semakin dikenal luas. Usaha yang semula ia jalankan seorang diri pun berkembang dan berhasil membuka satu cabang tambahan dengan melibatkan warga sekitar sebagai karyawan.
Jangkau 80% Wilayah RI
Terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perputaran roda perekonomian, BRI juga terus mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai AgenBRILink.
Hingga akhir September 2025, ia menyebut jumlah AgenBRILink mencapai lebih dari 1,2 juta agen atau tumbuh 17,8% secara YoY. Agen-agen tersebut tersebar di 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80% penjuru negeri. Dari sisi transaksi, AgenBRILink mencatatkan angka Rp1.293,5 triliun atau tumbuh 10,6% yoy.
Hal ini, kata Akhmad, "menunjukkan peran [AgenBRILink] yang semakin vital dalam memberikan akses layanan keuangan formal kepada masyarakat."
