TNI dan Ibu-ibu Bahu-membahu di Dapur Umum Pengungsi Banjir Sumatra

TNI bersama para ibu dan warga setempat bahu-membahu menyiapkan makanan bagi para pengungsi dan aparat yang bertugas di Sumbar.
Image title
30 Desember 2025, 18:00
Dapur umum posko lapangan Kantor Wali Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (9/12/2025).
BNPB
Dapur umum posko lapangan Kantor Wali Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (9/12/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Agam — Di tengah masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, suasana hangat terlihat di dapur-dapur pengungsian. Prajurit TNI bersama para ibu dan warga setempat bahu-membahu menyiapkan makanan bagi para pengungsi dan aparat yang bertugas di lapangan.

Kolaborasi tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong di tengah kondisi darurat. Di berbagai dapur umum, prajurit TNI dan para ibu saling berbagi peran, mulai dari menyiapkan bahan makanan, mengolah masakan dalam kuali besar, hingga membungkus makanan siap santap untuk didistribusikan.

Kebersamaan ini membuat aktivitas dapur umum tidak sekadar menjadi pusat layanan konsumsi, tetapi juga menghadirkan suasana kekeluargaan yang memberi kekuatan moral bagi warga terdampak. Melalui kerja sama yang erat antara prajurit dan masyarakat, semangat gotong royong kembali hidup sebagai modal sosial untuk melewati masa sulit dan mempercepat pemulihan pascabencana.

Dokumentasi video yang diterima pada Selasa (30/12) memperlihatkan momen-momen kebersamaan tersebut. Tampak prajurit TNI dan para ibu memasak bersama tanpa sekat, bekerja dengan tujuan yang sama untuk memastikan kebutuhan makan para pengungsi tetap terpenuhi.

Pelayanan dapur lapangan ini dikelola oleh Badan Pembekalan Angkutan Komando Daerah Militer XX/Tuanku Imam Bonjol (Bekangdam XX/TIB) dan tersebar di sejumlah wilayah terdampak di Sumatra Barat. Rinciannya, dapur lapangan beroperasi di dua titik di Kabupaten Pasaman Barat, delapan titik di Kabupaten Agam, masing-masing satu titik di Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara itu, di Sumatra Utara, TNI melalui Bekangdam I/Bukit Barisan mengoperasikan dapur lapangan di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Dapur tersebut memasak dan mendistribusikan makanan tiga kali sehari—pagi, siang, dan sore—dengan jumlah penerima manfaat mencapai 250 warga terdampak bencana.

Selain itu, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam I/BB juga mengoperasikan dapur umum di Posko Pengungsian Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Satgas turut memastikan pasokan makanan bagi pengungsi banjir bandang tetap tersedia selama masa pengungsian.

Seluruh kegiatan dapur umum difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak yang berada di lokasi pengungsian selama masa tanggap darurat. Kehadiran dapur umum menjadi penopang utama bagi pengungsi yang kehilangan akses terhadap kebutuhan pangan akibat bencana.

Pengoperasian dapur umum ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat TNI dalam membantu pemerintah daerah sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat.

Sebelumnya, dalam beberapa kunjungan ke lokasi pengungsian, Presiden Prabowo Subianto turut menyantap menu makanan yang disiapkan di posko pengungsian. Salah satunya saat meninjau pengungsian di SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (15/12).

Pada kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga, para ibu, relawan, prajurit TNI, Basarnas, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait atas kerja keras dalam menangani dampak bencana di wilayah Sumatra.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...