Natal Nasional 2025, Guru Agama Katolik Tangkap Pesan Toleransi Prabowo

Perayaan Natal Nasional 2025 menjadi momen bermakna bagi para guru agama Katolik yang hadir di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026) malam.
Tim Publikasi Katadata
6 Januari 2026, 12:20
Puncak Peringatan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
BPMI Setpres
Puncak Peringatan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Jakarta — Perayaan Natal Nasional 2025 menjadi momen bermakna bagi para guru agama Katolik yang hadir di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026) malam. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto serta pesan yang disampaikannya dinilai memberi penguatan terhadap nilai toleransi dan persatuan bangsa.

Di antara peserta yang hadir, terdapat Yustina, guru dari SD Marsudirini Bekasi, serta Anas, guru Pendidikan Agama Katolik di SD Santa Lusia Bekasi. Keduanya memaknai pidato Presiden Prabowo dalam perayaan Natal Nasional 2025 yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24) sebagai ajakan untuk memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman.

“Wah, luar biasa ya. Ternyata Pak Presiden benar-benar merangkul seluruh umat Kristen Katolik di Indonesia. Keren sekali,” ujar Yustina.

Sementara itu, Anas mengaku perayaan Natal Nasional kali ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan, terlebih karena ia baru memulai pengabdiannya sebagai guru.

“Kalau dari saya hampir sama. Setahu saya belum pernah ada yang seperti ini, jadi ini pengalaman baru buat saya. Apalagi saya juga baru menjadi guru, rasanya sangat luar biasa,” kata Anas.

Keduanya sepakat bahwa pesan toleransi menjadi inti penting dari perayaan Natal Nasional tahun ini. Menurut Anas, pidato Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk saling merangkul dan memperkuat nilai kebersamaan.

“Konsepnya merangkul semuanya. Dari pidato Pak Prabowo, kita diajak mengetuk hati masing-masing untuk menguatkan toleransi agar tujuan bersama bisa tercapai,” ujarnya.

Yustina menambahkan, toleransi antarumat beragama merupakan fondasi penting bagi bangsa Indonesia yang majemuk.

“Kalau menurut saya, toleransi antarumat beragama itu penting karena kita bangsa yang beragam dan besar. Kita harus mewujudkan kesatuan dan persatuan dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Di akhir perbincangan, Yustina dan Anas menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Indonesia.

“Harapan saya, Pak Presiden tetap menjadi pemimpin yang terhebat untuk negeri ini, dan ke depan Indonesia semakin maju,” ujar Yustina.

“Semoga Pak Presiden selalu sehat dan dilindungi Tuhan, sehingga menjadi kekuatan dan pelindung bagi kita semua,” ujar Anas.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...